suasana kelas bimbel yang hening. pelajaran kimia berlangsung.
dreeedddd..... dreeeddd.. HP ku bergetar
ku intip sejenak, " my home"
aduh, ada apa ini kok tumben rumah telpon. padahal baru saja aku sms-an sama ibu.
entahlah, tiba2 hatiku tidak tenang. aduh masih satu jam lagi pelajaran kimia.
diam-diam aku sms ibu, sudah 2 sms terkirim namun tak satu pun jawaban hadir menghilangkan gundahku.
Ya Allah, aku ga enak hati gini, tenangkanlah.
triinggg.... bel berbunyi tanda pelajaran telah usai.
segera ku tekan nomor rumahku. hening, tak ada jawaban, sekali lagi ku coba.
" hallo, assalamualaikum" suara buya menjawab panggilanku
alhamdulillah, lega sekali hati ini." waalaikumsalam buya, ada apa buya? nisa baru selesai bimbel" jawabku
" eh, mba nisa sayangku, rinduku, cintaku"
ahhh, seperti biasa buya selalu mengucapkan kata-kata tersebut, dan aku merindukannya.
ya Allah, rupanya buya ingin menanyakan kabarku saja. aku terharu, rasanya ingin menetes air mata ini.
___SSS___
setelah itu, aku dan hanum pergi ke gramedia. aku menemukan buku mengenai cinta seorang ayah.
ayah adalah cinta yang terlupakan. walaupun dalam diamnya, cintanya begitu dalam.
tiba-tiba teringat sebuah notes:
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang
sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota
atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua
orang tuanya.....
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi
tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa
selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan
seharian? Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu... Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....Tapi sadarkah kamu? Bahwa
Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh
sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.