Welcome to Cerita Sobrina

Showing posts with label inspiring. Show all posts
Showing posts with label inspiring. Show all posts

Monday, December 15, 2014

Mencintai


Tuhanku, aku masih ingat pertama aku belajar mencintaiMu. Lembar demi lembar kitabMu kupelajari. Untai demi untai kata para ustadz kuresapi. Tentang cinta para nabi, tentang kasih para shahabat, tentang mahabbah para sufi, tentang kerinduan para syuhada. Semua itu lalu kutanam dalam-dalam pada jiwaku, kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang tinggi di awan.

Tapi Rabbii, berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan tahun berlalu, aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama. Tapi aku masih tak menemukan cinta tertinggi untukMu. Gelisahku makin membadai dalam cinta yang mengawang, sedang kakiku mengambang tiada menjejak bumi, hingga aku terhempas dalam jurang dan kegelapan.

Wahai Ilahi, berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan tahun berlalu, aku mencoba merangkak, menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku kembali, meratap, memohon dan menghibaMu:  Allahu Rahiim, Ilaahi Rabbii, perkenankanlah aku mencintaiMu, semampuku.  Allahu Rahmaan, Ilaahi Rabii, perkenankanlah aku mencintaiMu sebisaku, dengan segala kelemahanku.

Ilaahi, aku tak sanggup mencintaiMu dengan kesabaran menanggung derita, seumpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al musthafa. Karena itu izinkan diriku mencintaiMu melalui keluh kesah pengaduanku padaMu atas derita batin dan jasadku, atas sakit dan ketakutanku.

Rabbii, aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu bakar, yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga. Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo harta demi jihad. Atau Utsman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan dienMu. Izinkan aku mencintaiMu, melalui seratus-dua ratus rupiah yang terulur pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan, pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan. Pada makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan. Aku tak sanggup mencintaiMu dengan khusyuknya shalat salah seorang shahabat NabiMu hingga tiada terasa anak panah musuh terhunjam di kakinya. Perkenankan aku tertatih menggapai cintaMu dalam shalat yang coba kudirikan terbata-bata, meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia.

Robbii, aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib, yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu. Namun izinkanlah aku mencintaimu dalam satu-dua rekaat lailku. Dalam satu dua sunnah nafilahku. Dalam desah napas kepasrahan tidurku.

Allaahu Yaa Karim yang Maharahmaan dan Maharahiim, Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah, yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam. Perkenankan aku mencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawah harianku. Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku. Aku tak sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah, yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya DienMu, seperti para syuhada yang menggadaikan dirinya dalam jihadnya bagiMu. Perkenankan aku mencintaiMu dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu. Izinkanlah aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru. Aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya, bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya, dan patuh mengorbankan pemuda biji matanya. Izinkan aku mencintaiMu di dalam segalanya; mencintaiMu dengan cara mencintai RasulMu, Ayah, Ibu dan keluargaku, mencintai sahabat-sahabatku, mencintai manusia dan alam semesta.

Allaahu Rahmaanurrahiim, Ilaahi Rabbii, perkenankan aku mencintaiMu semampuku, agar cinta itu mengalun dalam jiwa, agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku. Sampai engkau lepaskan desahan nafas dari ragaku.

Ilahi, Engkau ciptakan aku dengan bentuk sempurna. Aku menikmati indahnya hidup dan berjalan, memandang dunia. Bentuk sempurna ini banyak kusia-siakan. Jalanku tak terarah, padahal petunjukMu telah nyata. Pandanganku tak terhijab, sementara mata ini nanti dihisab. Islam kuletakkan di sakuku. Ajaran yang paripurna dan sempurna kupilah-pilah, seolah-olah ada jalan lain kembali padaMu selain syurga dan neraka. Aku yang hina, masih adakah jalan itu bagiku? Kau ciptakan aku dengan fitrah IslamMu. Kunikmati indahnya Islam. Sedih, senang, pahit, manis, gembira, dan sengsara, semuanya terasa indah.

Tuhan, aku malu kepadaMu. Aku tahu aku salah. Aku tahu aku banyak dosa. Tapi aku masih bisa tertawa. Bahkan tak pernah menangis dihadapanMu. Aku tahu, Fardhu apapun bentuknya: 'Ayn, Kifayah, sunnah dan semuanya, adalah perintahmu juga. Tapi aku masih memilah-milah. Shalat kujalani, tapi kenapa berkerudung dan berjilbab, berdakwah, aku enggan. Padahal aku tahu itu juga perintahMu! Shaum senin-kamis, bahkan shaum Nabi Daud pun kulakoni. Tapi kenapa aku malas berjuang demi tegaknya hukum-hukum Islam? Aku Malu, ternyata masih ada nilai lain yang aku cari dalam hidup ini, padahal perintah dan laranganMu seharusnya jadi poros hidupku.

Tuhanku, mencintaiMu seluruh jiwaku, di dalam rongga-rongga dadaku yang tak rapat, kucari engkau, kutelusuri air dan darah dalam tubuhku yang mengalir, kusatukan ritme-ritme gelombang agar kudengar bisikan ayat-ayatmu yang indah dan tegas, kupaterikan dalam dalam agar sang malaikat mendengar lidahku sejujurnya dan kepahaman hatiku hanya untukMu. Ingin selalu seluruh jiwaku hanya untuk mencintaimu, . jauh dari rasa dengki, dendam, benci, culas, fitnah, mendirikan shalat dan bersedekah hanya karenaMu.

Ya Allah, jangan silaukan hamba dengan fatamorgana kehidupan ini, seolah kehidupan sudah final di ujung kemapanan hidup hamba, seolah persoalan sudah purna di ujung terpenuhinya hajat hidup hamba sekeluarga, seolah hidup sudah cukup selesai dengan senangnya hati hamba, seolah hamba sudah cukup sholeh dengan mengingatmu sehari lima waktu. Jika airmta kami adalah cucuran penyesalan, maka linangkanlah tangisan ini hanya untuk berserah diri kepadaMu.

“Ya muqollibul qulub, tsabit qolbiy 'ala dinika wa ‘ala tho’atika” (Wahai zat yang dengan leluasa mampu membolakbalikkan hati, tetapkan hatiku dalam agamaMu dan ketaatan padaMu).

-------------- 
Dicuplik dari berbagai sumber

Catatan : alm. Islisyah Asman

Penyakit Degeneratif


Penyakit Degeneratif adalah penyakit non infeksi yang disebabkan oleh menurunnya fungsi pada sel, jaringan dan organ, yang sejalan dengan bertambahnya usia manusia.  Kini penyakit ini sudah menyerang manusia yang berusia 40 tahunan.  Bahkan pada usia di bawah 40 tahun.  Dahulu penyakit ini mulai penyerang manusia pada usia 60 tahunan.  

Salah satu penyebab munculnya penyakit ini adalah pola makan yang tidak seimbang.  Para praktisi medis menyebutkan bahwa ada sekitar 50 jenis penyakit degeneratif. Penyakit yang termasuk dalam kelompok penyakit degeneratif antara lain diabetes melitus tipe 2, stroke, hipertensi, penyakit kardiovaskular, dislipidemia dan lain-lain.

Mensiasati Menghindarinya

Cara efektif menghindari berbagai penyakit secara umum adalah melakukan pola hidup sehat. Kebiasaan pola hidup sehat dimulai dari kebiasaan kecil.  Penyakit Degeneratif ini disiasati dengan 3 (tiga) pola, yaitu:

1.  Mengkonsumsi Makanan Tertentu, misalnya memakan minyak dari Biji Matahari, dan atau mencampurkan Tepung Beras Merah ke dalam sarapan pagi.  Kasus sembelit yang umum diderita orang diabetes, dapat diatasi dengan mengonsumsi biji bunga Matahari.  Biji bunga matahari yang umumnya dikemas dengan seratnya, dan merupakan sumber protein yang baik.  Biji Matahari tanpa garam, ia aman dikonsumsi bagi penderita tekanan darah tinggi.  Biji bunga matahari terbukti membantu menurunkan kolesterol.  Selain mengonsumsi biji bunga matahari, sebaiknya juga disertai makanan sehat lainnya.  Misalnya tepung beras merah.

2.  Berusaha Mengurangi Porsi Makanan.  Cara mudah melakukannya adalah dengan menggunakan piring yang lebih kecil, tetapi tidak tergoda untuk tambah makanan meski belum kenyang.

Penelitian membuktikan bahwa piring besar membuat cenderung makan lebih banyak.  Piring kecil adalah upaya mengontrol porsi makan.  Dengan demikian, ini menghindari kondisi gemuk, juga terhindar dari berbagai penyakit degeneratif. Obesitas menaikkan risiko menderita penyakit degeneratif.

3.  Berfikir Positif.  Fokus memikirkan hal negatif membuat seseorang merasa gelisah atau cemas.  Ini merugikan kesehatan seseorang.  Menghindari kecemasan dan kegelisahan (stres) dan tidak ada salahnya untuk berpikir positif, adalah salah satu pola hidup sehat.

4.  Berlatih pernafasan.  Teknik pernafasan ternyata mampu meredakan kecemasan.  Stres dapat memperburuk kondisi penyakit degeneratif. Meredakan kegelisahan, kecemasan, atau stres dapat dilakukan dengan teknik pernapasan. Teknik pernapasan tersebut dapat dilakukan dengan banyak cara, antara lain:

a. Tarik napas perlahan melalui hidung selama 4 hitungan.
b. Tahan selama 7 hitungan.
c. Buang napas melalui mulut selama 8 hitungan.
d.  Atau, tarik nafas perlahan lewat hidung sampai ke batas yang disanggupi tubuh, pada ujung batas tersebut lalu nafas dihembuskan perlahan melalui mulut.  Lakukan berulang-ulang selama 1 sampai lima menit, 2 (kali) dalam sehari (pagi dan sore hari).

Cinta pada Sisa Zaman



Zaman meninggalkan bayangan
memojokkan imajinasi
nyata semunya dan membosankan.

Cinta pudarkan isyarat salam samar
dibenarkan dan dikabarkan burung fajar dan cenayang
seperti keberadaan lautan tak terjabarkan.

Persatuan digalang
silang waktu tak terulang
membujurkan cara pandang terbalik.

Perbedaan, sama yang tak sama, bijak harus memang bijak
rindu terserah nurani tak berpihak
cinta sangkut pada sisa zaman.

By : alm. Om Islisyah Asman 

Mahkota Sang Bidadari




“Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik, sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan” (QS. Al-Waaqiah [56] : 22-24)
Seruni Aqila Al-Haq
Orang tuaku beharap kelak aku menjadi wanita yang selalu menyampaikan kebenaran dan tumbuh seperti bunga seruni, yang dicintai banyak orang dan bermanfaat bagi orang banyak. Aku seorang muslimah, aku seorang muslimah yang terlahir untuk membuktikan bahwa agamaku benar, agamaku sempurna, dan aku pun terlahir untuk memberikan hidupku kepada Sang Pencipta dengan beribadah kepada-Nya.
Agustus silam…
Aku seorang mahasiswi di sebuah perguruan tinggi, berada sendiri disini tanpa kerabat membuatku harus istiqomah dengan identitasku. Wajib hukumnya bagi seorang muslimah menutup aurat, seperti dalam Al-Qur’an surah Al- Ahzab 59 “ Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang Mukmin, “ Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak di ganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”  
Bulan ini adalah masa orientasi mahasiswa baru, dengan segudang tugas dari senior aku pun harus menjalankan apa yang diperintah senior. Namun hal pertama yang aku lirik adalah pakaian yang harus di gunakan yakni kemeja putih dengan rok hitam serta ikat pinggang. Aku sedari dulu terbiasa menggunakan gamis, awalnya karena tuntutan sekolahku yang memang berbasis Islamic School namun, semakin aku beranjak dewasa aku menyadari bahwa gamis (jilbab) merupakan pakaian wajib muslimah. Bismillah Allah bersamaku, aku yakin! Akhirnya agar tetap mengikuti peraturan kampus dan peraturan Allah, aku membawa kemeja putih dan rok hitam ke penjahit “Bu, tolong disambung ya kemeja sama rok nya, tapi jangan dirubah biar terlihat seperti potongan dan atasan” pintaku. Masa orientasi pun sudah berlalu, kini aku sudah resmi menjadi seorang mahasiswi jurusan Fisioterapi. Jurusan yang mana akan ada banyak praktek dan latihan dengan gerak tubuh.
Beberapa bulan kemudian Himpunan Mahasiswa Program studi Fisioterapi mengadakan kegiatan Malam Keakraban, yang mana peserta diminta untuk membawa pakaian olahraga untuk kegiatan outbound. Lagi-lagi aku pun harus mengakalinya, aku tetap tenang di tengah kegalauan yang melanda, apakah aku akan menanggalkan gamisku untuk outbound? Bismillah Allah bersamaku, aku yakin! Akhirnya aku memasukkan gamisku yang cukup lebar sehingga aku dapat bergerak leluasa. Pagi itu teman-temanku sudah berganti pakaian olahraga, aku pun demikian. Mereka semua mengenakan celana, hanya aku yang terbungkus rapi dengan gamisku, jantungku berdebar-debar, otakku menstimulus rasa tidak percaya diri. “ Ayooo, kamu bisa” ucapku lirih menyemangati diri sendiri. Hingga seorang panitia menghampiriku
“ Kamu belum ganti pakaian olahraga? Kita mau outbound” ucapnya
“ Saya izin pakai pakaian ini ya kak” ucapku bergetar
Alhamdulillah panitia itu hanya tersenyum seraya mengangguk. “ Terima kasih Ya Allah” batinku
Di pos 5 rupanya peserta harus melewati tantangan untuk mencari kertas di atas bukit yang terjal, salah seorang teman sekelompokku menatapku ragu. Aku hanya tersenyum seraya berkata “ Tenang aja aku udah biasa daki gunung pakai pakaian seperti ini”. Akhirnya ia tersenyum mengangguk seraya menyemangatiku. Aku berlari, memanjat, dan menaiki setiap undakan bukit nan tinggi. Gamis yang membalut tubuhku tidak menghalangi langkahku, aku pun menjaga agar gamisku tidak tersingkap tinggi walaupun aku mengenakan celana panjang. “ Berhasil! Kelompokku menjadi pemenangnya”. Rangkaian acara berjalan dengan lancar, pun dengan hatiku. Ada seberkas rasa bahagia dan bangga yang menyelimutiku. “ Ya Allah hamba-Mu ini akan istiqomah dengan identitasnya, berilah kekuatan hamba-Mu ini”.
Aku sudah beradaptasi dengan lingkungan baruku, teman-temanku memang mengenakan penutup kepala (kerudung) namun, banyak dari mereka yang belum mengenakan gamis. Mereka adalah orang-orang yang fashionable, mengikuti trend kini. Bahkan terkadang aku iri melihat mereka yang modis walaupun tidak syar’i, tapi segera ku tepis pikiranku. Aku lebih bangga dengan pakaianku, aku bangga menjadi muslimah di semesta ini. Banyak kegiatan yang menuntutku untuk mengenakan potongan atasan-bawahan namun aku pun selalu mengakalinya dengan menyambung pakainku.
Aku dikenal sebagai seorang mahasiswi supel dan aktif. Aku ikut beberapa organisasi,namun akademikku pun tetap baik, walaupun terkadang banyak orang yang berbisik melihatku selalu mengenakan gamis. Karena sifatku seiring berjalannya waktu aku memiliki banyak teman, tidak hanya dari jurusanku namun dari berbagai jurusan. Aku selalu menanamkan dalam diriku “Take a great principle to get a best truth”.
___SSS___
“Islam dulu datang dalam keadaan aneh, dan suatu saat Islam itu akan dianggap aneh. Maka berbahagialah orang yang dianggap aneh tersebut, yakni orang yang melakukan perbaikan di tengah kondisi yang rusak” (HR.Muslim)

Tuesday, June 17, 2014

Ya Allah…
Terima kasih untuk hidung yang masih dapat menghirup udara ini.
Terima kasih atas mata yang tetap dapat melihat keindahan cipataan-Mu.
Terima kasih untuk telinga yang masih dapat mendengar kumandang-Mu.
Terima kasih untuk tangan yang masih bisa mengangkat untuk berdoa kepada-Mu.
Terima kasih untuk kaki yang masih isa melangkah menuju jalan-Mu.
Terima kasih untuk jari yang masih bisa berdzikir kepada-Mu.
Terima kasih untuk mulut yang masih bisa bertasbih menyebut asma-Mu.
Terima kasih untuk setiap cobaan yang semakin mendekatkanku kepada-Mu.
Terima kasih untuk nikmat yang membuat tak henti bersyukur kepada-Mu.
Terima kasih untuk hati yang senantiasa lapang.
Terima kasih untuk keikhlasan yang senantiasa memaafkan.
Terima kasih untuk kesabaran yang tak henti dalam perjuangan.
Terima kasih untuk kekuatan yang terus menjagaku dari kelemahan.
Terima kasih untuk keluarga yang senantiasa membingku menuju ke jalan-Mu.
Terima kasih untuk ilmu yang membuatku tumbuh dalam perkembangan.
Terima kasih untuk segala yang tak pernah kusadari hingga aku lupa menyebutkannya kepada-Mu.
Dan yang terpenting, terima kasih untuk keimanan yang menguatkan langkah kakiku untuk meraih ridho dan Syurga-Mu.
Orang yang lemah tidak akan pernah bisa memaafkan. Memaafkan adalah atribut yang hanya dimiliki mereka yang kuat.

Pelajaran Kehidupan #2

Setiap manusia tentu akan merasakan posisi dimana ia tak mampu lagi menahan beban masalah yg dimilikinya. Cobaan demi cobaan akan hadir tanpa henti, hingga akhirnya ia ada pada ambang ketidakmampuan. Bagiku, setiap cobaan yang dating akan mampu di selesaikan, hanya saja bagaimana ia memandang setiap cobaan yang datang sebagai sebuah musibah atau sebuah berkah. 
“ Allah menguji hamba-Nya sesuai kadar kemampuan hamba-Nya”
Dalam setiap cobaan kebanyakan akan berfikir bahwa itu adalah sebuah musibah. Pernahkah kita memandang pada sudut pandang lainnya? Apakah sebuah cobaan itu hadir hanya membawa musibah saja tanpa adanya hikmah? Apakah terlintas dalam benak kita bahwa cobaan itu sebenarnya teguran agar kita melihat sebuah hikmah?
Menghadapi cobaan dibutuhkan keikhlasan dan kesabaran. Mereka yang hebat akan memiliki amunisi keikhlasan dan kesabaran yang banyak, karena mereka yang hebat sudah siap menghadapi perang. Bukan hidup namanya jika tak ada cobaan sebagai bumbu kehidupan.
Allah punya rencana yang lebih indah dengan memberikan kita cobaan, walaupun cobaan itu bukan hal yang indah bagi kita. 

Solo, 17 Juni 2014

Thursday, June 12, 2014

Lebihkan usaha di atas rata-rata

" Lebihkan usaha di atas rata-rata “ -Ahmad Fuadi-

Kalimat di atas aku dapatkan dalam sebuah seminar nasional “Muslim Go International, Assalamu’alaykum World”, yang kebetulan salah satu pembicaranya adalah Ahmad Fuadi, seorang penulis Best Seller trilogy Negeri  5 Menara. Dan ini menjadi cambukkan bagiku yang memulai langkah demi langkah kecil melakukan perubahan. Sama seperti sebuah kalimat cambukkan lainnya yang berbunyi :

“Jika ingin menjadi orang-orang yang luar biasa lakukan hal yang luar biasa bukan hal-hal yang biasa “

Menjadi sesuatu yang luar biasa itu harus mengorbankan hal-hal yang jauh lebih besar dari orang biasa. Berbeda itu belum tentu yang terbaik, namun yang terbaik pastilah berbeda. Dari beberapa kalimat cambukkan di atas akhirnya aku menyadari bahwa segala sesuatu yang kita inginkan membutuhkan pengorbanan yang harus digadaikan juga. Ketika kita ingin menjadi pembisnis maka kita harus mengorbankan uang jajan kita, mengorbankan waktu main kita, dan banyak hal yang harus ditukarkan. Karena, kesuksesan itu tidak di dapatkan secara gratis, harus ada nilai yang ditukar dengan sebuah kesuksesan.
Dari seminar nasional di atas, akhirnya aku menyimpulkan bahwa merancang sebuah mimpi itu jangan setengah-setengah, jangan gantungakan mimpi setinggi atap saja, namun gantungkan mimpi setinggi syurga, karena mimpi yang setinggi-tingginya akan membuat kita berusaha sebaik-baiknya. Jangan berfikir untuk menjadi sesuatu yang rata-rata, namun berfikirlah untuk menjadi sesuatu yang di atas rata-rata.
Contoh :
Jika rata-rata anak membaca 1 jam, maka lebihkan rata-rata anak tersebut hingga kita membaca 2 jam. Tapi jangan lebihkan rata-rata untuk hal-hal yang sifatnya sia-sia, misalnya melebihkan rata-rata bermain yang biasanya 2 jama menjadi 3 jam.
Karena kesuksesanmu akan terbentuk dari hasil kebiasaanmu. Salam  "Man jadda wa jadda" 

Pelajaran kehidupan #1

Hai rasanya blog ini sudah usang sekali. Perlu beberapa pembaharuan, namun waktuku belum luang untuk mengotak-atik blog ini. Hanya sempat menuliskan beberapa goresan kalimat, di sela-sela waktuku menunggu. Mungkin terlihat sok sibuk, namun beginilah adanya. Ku jeda sebentar waktuku untuk bersyukur kepada Sang Pemilik Jiwa, yang dengan KeagunganNya memberiku kesempatan untuk tetap bernapas, dan atas segala nikmatNya yang tak berkesudahan.

Sudah 10 bulan aku resmi menjadi bagian warga Solo, bukan karena aku berpindah tapi karena aku sedang berjuang mewujudkan satu persatu mimpiku yang belum tercoret. Tapi disinilah aku belajar banyak hal yang luar biasa, disini pula aku bertemu dengan banyak orang hebat yang mengajarkan mata kuliah kehidupan. Aku tinggal di kost putri seorang diri, bukan aku tidak mau bersosial dengan mengurung diri sendiri, hanya saja memang kost ku menetapkan satu kamar untuk satu orang. Jarak dari kost ke kampus lumayan jauh tapi masih terjangkau dengan berjalan kaki, jika temanku yang menggunakan motor bisa menempuhnya dengan 4 menit, mungkin aku menempuhnya 8 menit. Ya, aku memang tidak diberikan izin untuk mengendarai motor, hingga akhirnya aku harus berjalan kaki atau menumpang dengan temanku. Bukan karena aku nakal sehingga orang tuaku takut aku keluyuran, tapi karena kecintaan Buya yang sangat kepada anak gadisnya ini, sehingga buya takut terjadi sesuatu saat aku mengendarai motor. Berlebihan? Tidak, bagiku buya melakukan pencegahan sebelum terjadi sesuatu. Walaupun jujur saja, aku merasa sangat kesulitan untuk bepergian kemana-mana. Dalam kisah ini aku ingin berbagi hal yang akhirnya membuatku bersyukur atas scenario hidupku.
Aku harus mencari teman yang bisa aku tumpangi setiap berangkat kuliah. Dengan aku menumpang, aku lebih menghargai waktu, aku bersiap lebih awal dari orang lain, aku memulai start lebih dulu. Karena, aku tidak mau membuat orang menunggu, jika aku dijemput jam 10, aku akan siap sejak jam setengah 10. Kebiasaan yang aku lakukan ini akhirnya membuatku sadar bahwa setiap detik sangat berarti, ibarat pedang yang menebas setiap detik waktu yang sudah terlewat. Pada akhirnya aku menjadi disiplin, aku merasa gelisah saat aku tidak tepat waktu, aku merasa bersalah ketika aku harus ditunggu. Dan dari sinilah aku selalu membuat jadwal rutinku, aku terbiasa mengerjakan segala sesuatu dengan sigap tanpa mengulur-ulur waktu. Dan kelak, inilah yang akan menjadi titik awal kesuksesan. DISIPLIN dan MENGHARGAI WAKTU karena itu salah satu ciri muslim sejati. :)

Monday, February 24, 2014

     "Tak ku pedulikan luka dan impian, sebab menemukan-Mu adalah tujuan"

Thursday, July 18, 2013

Bismillah

Bismillah
ketika aku merasa putus asa dalam perjuangan. Ibu dan Buya tak pernah putus asa memberi dorongan.
Setiap buka hasil pengumuman jawabannya "Maaf" belum ada yang "Selamat".
jujur secara emosi aku lelah, aku lelah menjalani tes-tes berikutnya.
jalanku meraih satu kursi kedokteran begitu panjang.
tapi, karena mereka aku kuat.
Meskipun baru kata Maaf yang ku persembahkan, tapi inilah kata mereka 

Buya : " Iya nak semangat aja, semua sudah ada takdirnya, yang bisa bantu keberhasilan adalah ibadah dan doa kita, serta jaga hati orang tua, perbaiki sikap,banyakkan bangun malam utk munajat. tetap semangat."

Ibu : " Gapapa semua pasti ada hikmahnya. Allah menguji kesabaran dan usaha kita. Orang tua pasti mendoakan yang terbaik buat anak-anaknya, apalagi seorang ibu apapun akan di korbankan demi anak-anaknya. Yakinlah setiap usaha akan membuahkan hasil, yang terpenting jangan putus asa, terus berusaha dan berdoa, maka akan ada jalan menuju kesuksesan. Berjuang dan tetap semangat, masih ada kesempatan untuk memperbaiki. Insya Allah ramadhan membawa keberkahan dan kebahagiaan."

bagaimana mungkin aku menyerah, sedangkan orangtua ku begitu luar biasa.

BISMILLAH. AKU BISA!!!

Tuesday, June 25, 2013

Episode Cinta






Dan kini 731 hari berlalu, kami masih bertahan  di tempat ini. Menanti kehadiran kalian, yang sebenarnya tak kami inginkan.
Sore itu Sabtu Juli 2012,  gerimis turun membasahi tanah Bogor. Angkatan ketiga telah datang. Derai air mata bercucuran, pelukan erat terlihat di setiap sudut. Ya, waktu itu kami merasakan saat-saat seperti itu. Saat harus menerima pasrah bahwa aku akan menjadi bagian Insantama Boarding School. Saat aku harus berpisah dengan orang tua, saat aku harus meninggalkan fasilitas rumah yang ada, saat aku harus meninggalkan kamarku yang nyaman, dan saat aku harus menerima segala keadaan. Ya, tahun ketiga, adik baru kami kembali berdatangan. Rasanya asrama semakin sesak saja, wajah-wajah baru mulai bermunculan dengan gaya yang sesekali membuat kami mengerinyitkan dahi heran. Kesibukan kami akan LKMA dan UN membuat kami tidak terlalu memperhatikan adik baru kami, ditambah kenyataan kalau kami tidak menjadi panitia karena dinilai terlalu sibuk, padahal kami tahu diam-diam adik baru kami itu ingin berkenalan dengan kami, kakak tertua mereka. Tapi mungkin mereka tidak berani atau kami yang terlalu sibuk dengan buku UN yang setia menemani kami.
Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi orang seperti kami yang selama ini menjadi anak tunggal, kemudian hadir angkatan kedua dan harus kehadiran angkatan ketiga LAGI? Jujur, kami merasa kehilangan perhatian sejak kedatangan adik-adik, kami merasa terbebani. Ucapan-ucapan terkadang  membuat jengah.
“ Ahh, kakak kelasnya aja males, ngelanggar peraturan, gamau ikut kegiatan OSIS, dan segala hal yang rasanya tak pantas untuk ditiru”. Bahkan petuah-petuah pun sudah menjadi makanan sehari-hari kami. Kami yang harus menjadi tauladan adik kelas, kami yang harus melakukan ini, melakukan itu, dan lainnya. Rasanya ingin kembali menjadi anak tunggal, but what can we do?
Hari itu pun tiba, persiapan LKMA Goes to Malaysia. Sebingkai mimpi SAGACIOUS sebagai angkatan pertama untuk melangkah menuju rancah dunia. Kami tak pernah menyangka sosok kalian yang tak kami inginkan justru membantu kami dalam meraih mimpi ini. Kalian yang berkontribusi untuk mensukseskan pencarian dana, kalian yang tak hentinya menyanjung kami atas segala prestasi, kalian yang selalu memberikan semangat untuk kami, dan kalian yang telah memberikan cinta untuk kami.
 Menjelang Ujian Nasional sungguh kami terharu mendapat perhatian kalian. Setiap malam pintu kamar Athiyah dan Halimah diketuk oleh kalian. Awalnya kami merasa sedikit terganggu dengan ketukan itu, hingga muncul wajah kalian beserta isi di tangan.
“ Kakak, ini makanan sama minuman untuk kakak, semangat ya belajarnya” dengan senyum sumringah
Oh, Ya Allah selama ini kami salah menyangka kehadiran mereka. Ternyata merekalah pengisi hari-hari nan kosong. Dan kami sadar bahwa kami, mencintai mereka. Hingga hari itu, detik-detik menuju hari yang mendebarkan. 3 tahun untuk 4 hari, detik menuju Ujian Nasional. Kami menerima undangan kerajaan. Apalagi ini? Detik menuju UN masih saja ada undangan. Baiklah, malam ini hanya untuk kalian waktu kami.
Ya Allah.. Padahal kami bukanlah kakak kelas yang layak kalian banggakan, apalah hebatnya kami. Kami merasa tidak pantas menerima semua cinta yang telah kalian berikan. Kami merasa kami penuh cela, tapi kalian tetap saja tersenyum melihat kami dan terus memberikan dukungan tak terbendung kepada kami.
Setiap ucapan kalian, tingkah laku kalian, keributan kalian, dan semua yang kalian lakukan terekam dalam otakku.  Namun, aku tak pernah bisa marah, karena bagiku kalian adalah anugrah terindah, yang mendekap barisan hariku penuh kebahagiaan yang tumpah ruah. Sepotong senyum kalian yang merekah, membawa bahagia tak berkesudahan. Dan rindu kami melebur bersama bahagia abadi. Atas nama cinta SIXSENSE  padamu CLOVER dan TEENATION.
Kami mencintai kalian sejak gerimis sore membasahi tanah Bogor. Kami mencintai kalian sejak mendung hitam menggantung di langit sore, karena kalian mengubah mendung hitam menjadi indah pelangi. Di Insantama kami meletakkan cinta karena Allah pada kalian CLOVER, TEENATION.
Sekian.

Bogor, 20 Juni 2013
H-2 Big Assembly SMAIT Insantama.



Friday, May 24, 2013

LULUS !!!

Jum'at, 24 Mei 2013


"Ku lihat sekelilingku penuh air mata haru yang mengalir deras. Disertai untaian syukur yang tak terhingga kepada Allah sang Rabb"

Detik-detik menjelang pengumuman hasil Ujian Nasional 2013.
" Ya Allah, hamba pasrah dengan qadha-Mu. Kami telah berusaha se maksimal mungkin, kini ku serahkan pada-Mu segala hasilnya"
Sedari pagi ku lihat teman-teman sekamarku sudah berdoa dalam sujud di sholat dhuha. Memohon kebaikan untuk hasil UN ini.
Ya, akhirnya kami angkatan pertama SMAIT Insantama dikumpulkan di aula.
Tak hanya kami yang berkumpul namun adik-adik kelas 10, 11, guru-guru, dan wali murid pun menghadiri moment bersejarah ini.
Moment dimana kami angkatan pertama akan menembus dunia SMA.
Beberapa patah wejangan kami terima dai para guru-guru.
Yang pada intinya memberikan kekuatan agar kami dapat ikhlas menerima segala hasilnya.
" Kalau lulus kalian harus menangis dan bersyukur pada Allah, dan kalau belum lulus kalian harus tersenyum dan bersabar" ucap Pak Muhib
Dan inilah saat-saat yang dinantikan oleh SAGACIOUS. Pembagian amplop putih, yang di dalamnya berisi hasil akhir kami. Apakah aku deg-deg an? Jangan ditanya, memang kuakui hari sebelumnya aku merasa tenang. Yaaa, aku yakin Allah akan memberikan yang terbaik. Tapi, mau tak mau aku terbawa suasana tegang yang menyelimuti aula.
" Silahkan dibuka amplopnya"
Rasanya aku seperti seorang peserta audisi mau melihat hasil. ._.


Ya Allah, tanpa menunggu aku segera sujud syukur. Terima kasih ya Allah, terima kasih. Haru menyeruak dalam dadaku, bulir-bulir air mata menetes satu per-satu di pipiku. Kami pun berpelukan, menyatu dalam haru bahagia.
Ku raih handphone di tanganku.
" Ibu, alhamdulillah nisa lulus. Terima kasih atas doa yang tak pernah henti terpanjatkan untuk nisa"

Syukur Alhamdulillah aku panjatkan kepada Allah SWT, yang Maha Luar Biasa memberikan begitu banyak nikmat.
Terima kasih yang tak terhingga pada guru-guru yang dengan ikhlas memberikan ilmunya kepada kami, kepada adik-adik kelas yang selalu mengalah pada kami, yang tak henti mencintai kami.

pembimbing sang akar pertama

Pak Karebet  : Alhamdulillah, Luar Biasa, Allahu Akbar!!! Sejak awal menangani angkatan pertama, bapak sudah merasa yakin.. Jadilah terus anak sholih dan sholihah yang bermental pejuang, pantang menyerah, setia pada syariah dan tetap tawadlu. .....


 Beberapa ucapan dan doa dari orang-orang terkasih.

Ka Bintang PPIUM







Tiga tahun untuk empat hari

Tiga tahun untuk 4 hari. WHAAATTT???
Yah, itulah julukan UN bagi sebagian anak-anak.
Berjuang keras selama tiga tahun dan ditentukan oleh 4 hari mendebarkan.
Kimia, Fisika, Biologi, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris.
Oh god ._.

Mungkin bagi sebagian orang buang-buang waktu banget, apalagi bagi mereka yang akhirnya belum bisa lulus ujian nasional. Dunia seakan kiamat. Hey this is not your final destination (looohhh ?_?).

Emm sebenernya sih tergantung bagaimana kita menyikapi sih.
Belajar untuk mencari ilmu. Yaah setidaknya ketika kita belum berhasil berarti Allah masih memberi kesempatan untuk melakukan yang terbaik lagi. Jangan melihat yang terbaik dalam pandangan kita, tapi yang terbaik menurut Allah.

Ada hukum kausalitas dalam hidup ini. Hukum sebab-akibat, yang mana ketika kita melakukan sesuatu dengan maksimal Insya Allah hasilnya pun maksimal. Kecuali Allah punya rencana lain, tapi apapun itu yakinlah bahwa itu yang terbaik untuk kita.
  

Thursday, May 9, 2013

With Allah, We can!

Ini adalah salah satu bukti bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Ketika kita berusaha pasti akan ada hasilnya. Dan bersama Allah, semuanya mungkin.

Bioplastik Anti Semut Karya Siswa RI Siap Unjuk Gigi

VIVAnews - Indonesia kembali unjuk gigi di ajang sains internasional, International Science and Engineering Fair (ISEF) 2013, 12-17 Mei 2013 di Arizona, AS, yang disponsori oleh Intel.
Indonesia kali ini mengirimkan lima delegasi peneliti cilik dalam tiga kelompok penelitian. Salah satunya adalah bioplastik anti semut karya siswa SMAIT Insantama Bogor, karya Muhammad Imaduddin Siddiq.
Ditemui di Kemendikbud, 7 Mei 2013, Siddiq mengatakan wadah plastik anti semut ciptaannya memanfaatkan limbah cangkang telur. Manfaat plastik ini bagi lingkungan yaitu mudah terdegradasi di dalam tanah, pasalnya terbuat dari material yang ramah lingkungan.
Bioplastik dibuat dari saripati singkong dan gliserin serta ditambahkan cangkang telur dengan tingkat konsentrasi tertentu. Setelah diuji bioplastik dengan konsentrasi cangkang telur 60 persen, maka manfaat anti semut mulai muncul.
Memang, saat ini bentuk bioplastik masih berupa lembaran saja, belum berbentuk wadah. Tapi, ke depan Siddiq punya rencana. "Saya akan melanjutkan bioplastik dalam bentuk gelas, piring maupun tempat makanan lainnya," katanya.
200 Semut
Ada cerita unik sepanjang uji coba bioplastik karyanya, yaitu mengumpulkan semut dalam sampel bioplastik. Satu sampel bioplastik diisi 200 semut rumah, sementara Siddiq menguji 26 sampel. Untuk mendapatkan semut sejumlah itu, ia harus bekerja ekstra dibantu beberapa temannya.
"Sampai harus buat jebakan semut, cari sarangnya juga," kisah Siddiq, yang mengaku baru pertama kali ikut kompetisi inovasi.
Soal ide inovasi ini, Siddiq mengaku muncul ketika ia sering terganggu dengan semut saat begadang. Hingga akhirnya ia berkonsultasi dengan beberapa teman yang mengetahui tentang bahan anti semut. "Sebelumnya, saya juga lihat cangkang telur disebarkan ke tanaman untuk menangkal semut," kata dia.
Di Arizona, Amerika Serikat, Siddiq akan mempresentasikan inovasinya di depan 1.500 pelajar dari seluruh dunia.
Selain Siddiq, dua kelompok lainnya yang turut dalam ISEF 2013 itu yakni
Jovita Nathania, Maria Christina Yolenta Lestari, Rosinta Handinata dengan judul penelitian Having Fun Learning about Coral, serta Hani Devinta Sari dari SMA Negeri 63 Jakarta dengan judul riset Magic Test Paper: Formaldehyde Test Kit Derived from Natural Blue Pigment of Clitoria ternatea Flower Extract.
Kelima delegasi Merah Putih telah memenangi LKIR (Lomba Karya Ilmiah Remaja) yang diselenggarakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). (eh)





Good Luck !

Saturday, May 4, 2013

Buya, Papa, Abi, Ayah apapun namanya

suasana kelas bimbel yang hening. pelajaran kimia berlangsung.
dreeedddd..... dreeeddd.. HP ku bergetar
ku intip sejenak, " my home"
aduh, ada apa ini kok tumben rumah telpon. padahal baru saja aku sms-an sama ibu.
entahlah, tiba2 hatiku tidak tenang. aduh masih satu jam lagi pelajaran kimia.
diam-diam aku sms ibu, sudah 2 sms terkirim namun tak satu pun jawaban hadir menghilangkan gundahku.
Ya Allah, aku ga enak hati gini, tenangkanlah.
triinggg.... bel berbunyi tanda pelajaran telah usai.
segera ku tekan nomor rumahku. hening, tak ada jawaban, sekali lagi ku coba.
" hallo, assalamualaikum" suara buya menjawab panggilanku
alhamdulillah, lega sekali hati ini." waalaikumsalam buya, ada apa buya? nisa baru selesai bimbel" jawabku
" eh, mba nisa sayangku, rinduku, cintaku"
ahhh, seperti biasa buya selalu mengucapkan kata-kata tersebut, dan aku merindukannya.

ya Allah, rupanya buya ingin menanyakan kabarku saja. aku terharu, rasanya ingin menetes air mata ini.
___SSS___

setelah itu, aku dan hanum pergi ke gramedia. aku menemukan buku mengenai cinta seorang ayah.
ayah adalah cinta yang terlupakan. walaupun dalam diamnya, cintanya begitu dalam.
tiba-tiba teringat sebuah notes:

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian? Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu... Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

I'm the doctor



It’s amazing day.

Aku terduduk manis ditemani ka vira sepupuku. Kebetulan ia adalah seorang dokter, yang kerja di klinik.
Entah bagaimana mulanya, ia bercerita banyak sekali hal mengenai dunia kedokteran.
Mulai dari awal mula masuk kedokteran hingga suka duka dalam kedokteran. Ka vira cerita tentang pekerjaannya di klinik yang ia jaga. Suatu hari ada seorang bapak yang membeli obat untuk pegal-pegal " loh bapak beli obat untuk apa?" tanya ka Vira
" untuk pegel-pegel nih, kata tetangga saya" ujarnya polos
" loh itu kan obat jantung pak"
Dan si bapak itu tetep ngotot beli obat tersebut. Banyak sekali informasi menarik, lucu, dan mengharukan yang aku dapatkan darinya.
Ada satu kisah yang membuat aku semakin kuat menjadi seorang dokter.
" Pak, pasien ini harus dirujuk ke rumah sakit. Disini tidak ada alatnya" ujarnya pada pasien
" Tapi, saya ga ada biaya dokter" jawab bapak itu
" Nanti saya kasih surat rekomendasi pak" ucapnya
Akhirnya sang pasien tersebut dibawa ke rumah sakit. Entah apa yang terjadi setelah beberapa rumah sakit didatangi bapak itu kembali ke klinik, dan sang pasien pun bertambah buruk.
" Kenapa kembali lagi pak?"
" Kata rumah sakitnya semua ruangan penuh"
" Ga mungkin penuh kalo ruangan, sebentar pak" ucap ka Vira
Akhirnya ka Vira membuka infusan sang pasien. 
" Silahkan kembali lagi ke rumah sakit, jangan dipasang infusnya"
Dan apa yang terjadi, saat pasien tersebut kembali ke rumah sakit ternyata ruang perawatan kosong. -__-
"Jadi dokter itu seru kok, tapi, harus tega sama pasien. Makanya kalo ngobatin pasien kecelakaan atau yang parah jangan lihat mukanya ntar ga tega"

Tak lama pintu terbuka, om is ikut bergabung menceritakan dirinya yang terlempar ke pilihan 14 yaitu Fakultas Kedokteran Hewan. Sejak awal masuk FKH IPB, om is menjalaninya setengah hati. Tak heran nilainya menurun. Hingga ada seorang dosen yang mengajaknya berbincang-bincang. Hingga akhirnya memperbaiki segalanya. Setelah lulus om is melanjutkan mimpinya menjadi seorang dokter, walaupun di Perguruan Swasta.

Hari ini sungguh luar biasa, didampingi 2 orang dokter yang mendukung langkahku. Dan mengobarkan semangatku.

 Menjadi dokter itu harus belajar sungguh-sungguh
Menjadi dokter itu harus menjadi diri sendiri
Jadi dokter itu harus karena keinginan sendiri
Nilai yang sangat berharga bagi seorang dokter adalah saat pasien sembuh, dan berterima kasih pada kita. 
Nilai yang tak terbayarkan dengan harta.

dr. Sobrina Fitriyah Ch