Welcome to Cerita Sobrina

Friday, April 22, 2011


Yang enak belum tentu sehat!
bahaya-makanan.jpgJajanan adalah makananan yang biasanya paling disukai semua kalangan baik anak-anak, orangtua, dan kalangan lain. Biasanya jajanan terdapat di pinggir jalan, namun kehigienisannya tidak dapat dipastikan. Banyak fakta menarik mengenai jajanan, karena jajanan memiliki bahaya juga.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Badan Pengawas Makanan dan Obat (BPOM), terungkap bahwa 30 %  jajanan yang beredar di masyarakat mengandung zat berbahaya. Banyak produsen yang membuat makanan yang mengandung formalin (pengawet), Boraks (antiseptik), Rhodamin B dan Methanil Yellow (Pewarna Sintetis) yang sangat berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi jangka panjang.
Efek jajanan berbahaya adalah setelah 5-10 tahun kemudian. Karena efek zat berbahaya tersebut tidak dirasakan sekarang melainkan beberapa tahun kemudian. Dalam jangka waktu pendek dapat menyebabkan penyakit tifus, diare, dll. Sedangkan pada jangka waktu panjang dapat menyebabkan kanker.
Beberapa tips menghindari jajanan berbahaya :
1.    Membawa bekal sendiri dari rumah, gak usah merasa malu karena bawa bekal.
2.    Tidak membeli jajanan di pinggir jalan, karena jajanan tersebut belum terjamin kebersihannya.
3.    Menjaga makanan dan minuman!!!
4.    Selektif memilih jajanan yang tepat, jangan asal milih loh!!!
Jadi, jajanan berbahaya harus dihindari. Dan jangan sembarangan membeli makanan di jalan ya!!
Karena yang enak belum tentu sehat !!!

Tuesday, April 5, 2011

Dia Malaikat kami !!!


Dia malaikat kami !!!
By : Sobrina Fitriyah Ch
SMAIT Insantama

Bisik-bisik terdengar diantara keramaian, sambung menyambung menjadi satu itulah Indonesia (apa sih jadi nyanyi???). Terlihat kumpulan cewek-cewek gaul yang sedang asyik berbincang-bincang. Sekelompok geng cewek popular di SMA Pelita Bangsa. Mereka adalah Imel sang leader, seorang model cantik, Arsya seorang anak pengusaha kaya raya bahkan katanya harta keluarganya ga bakal habis ampe 7 turunan  (lebbay…), Izza anak pengacara kondang yang udah pasti terjamin kehidupannya, dan Tamara anak pejabat Negara yang udah pasti bergelimpangan harta. Mereka memang cewek-cewek terkenal di SMA Pelita Bangsa, karena kedudukan dan kecantikan mereka.
Tertawa ria sepanjang koridor tanpa peduli orang di depan. Ketika mereka lewat hamparan karpet merah tergelar, semua siswa membuka formasi (kaya baris-berbaris aja) untuk jalan mereka. Seperti biasa geng cewek popular berkumpul di kantin membicarakan tentang fashion, cowok, dan hal ga penting lainnya.
 “eh..eh tau ga  sih lo, katanya bakal ada anak baru pindahan dari kampong gitu” celetuk Izza di tengah perbincangan
“what??? Anak kampung di sekolah kita yang elite gini?” jawab Arsya
“iya, katanya sih dia dapet besiswa gitu deh, makanya bisa masuk sini” sambung imel
“yah kita lihat aja deh nanti gimana anak baru itu, pasti kalah keren sama kita” kata Tamara
Mendengar perkataan Tamara semua tertawa. “HAHAHAHAHA……”
Setelah perbincangan pendek itu, mereka mengganti topic pembicaraan mengenai fashion terkini. Mulai dari mode baju, sepatu, dan gaya rambut. Mereka memang fashionable, wajarlah mereka anak-anak dari kalangan atas yang tinggal minta sama orang tua.
“ehh tau ga sih kemarin gue beli tas prada loh!!” pamer imel
“wah keren banget tuh, mau beli juga ahh!!” sambung Tamara
“oke gimana kalo kita kembaran lagi??” ajak Arsya
“setuju deh, besok gue minta uang deh” kata Izza
                                                       ___000__
Trenngggggggggg……..treennggggggggggg…. bel nyaring berbunyi.
Pelajaran pertama adalah fisika, suasana kelas sangat hening karena Pa Slamet terkenal galak. Tidak ada satu pun murid yang berisik, bahkan sekedar meminta izin ke toilet saja mereka tidak berani. Cewek popular pun tidak bisa berbuat apa-apa, karena mereka tidak ingin menjadi mangsa Pa Slamet.
___000___
Trenngggggggg……treennnggg…. Bel berbunyi pertanda berakhirnya jam pelajaran. Seluruh siswa bersorak bahagia, mereka bagaikan tawanan yang berhasil bebas (lebay ah). Hari itu berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan. Hingga bel tanda  pulang berbunyi. Murid-murid berhamburan keluar dari kelas masing-masing.
“eh mel, kita ke salon yukk??” ajak Arsya
“emm gimana ya, gue mau ada acara sama radit” kata imel
“emang jam berapa acaranya mel??” tanya Tamara
“ntar sih jam 7 sore” kata imel
“ya ampun mel, masih lama kan  mending kita ke salon dulu. Jadi, ntar kalo loe ketemu radit loe udah cantik” usul Izza
“iya, loe bener juga ya, oke deh kita berangkat sekarang. GO!!!!”
Mereka berempat pergi ke salon langganan di daerah Tebet. Ketika mereka masuk para penyalon menyambut kedatangan mereka, dan menawarkan jasa mereka. Baiklah perawatan dimulai..
___000___
Esok harinya
Bu susi masuk kelas dan mengumumkan bahwa murid baru telah datang.
“anak-anak, hari ini teman baru kalian sudah hadir. Namanya adalah anastasya” kata bu susi seraya mempersilahkan anastasya masuk
Seluruh isi kelas tercengang begitu melihat anastasya masuk, bukan karena tampangnya rupawan, namun karena penampilannya, yang menurut pendapat mereka kuno dan aneh. Anastasya memakai baju panjang hingga mata kaki (jilbab/gamis) dan kerudung. Anastasya dipersilahkan untuk memperkenalkan diri.
“ana anastasya kholila al-haq panggil saja Sasa” katanya
Geng popular memandangnya dengan jijik, karena penampilannya yang dibilang aneh.
Sasa duduk disebelah farah, ternyata Sasa mudah bergaul sehingga tanpa waktu lama ia sudah dekat dengan teman sekelasnya.
___000___
Ketika waktu pulang sekolah tiba, Sasa bergegas pulang. Di tengah perjalanan geng popular mencegatnya.
“heh anak baru, udah sok ya kamu mau cari perhatian seisi sekolah” kata Izza
“wah kalian geng yang popular itu ya? ga nyangka kalian mau ngomong sama ana” jawabnya
“dasar aneh ya, udah ahh ngapain ngeladenin cewek aneh kaya gitu” kata Arsya
“anak baru ini harus tau siapa kita” kata imel
“ukhti, ga boleh bicara sembarangan, ana sudah tau siapa ukhti, maaf kalo memang tidak ada urusan lagi ana mau pergi dulu untuk mengaji” kata Sasa
“ehh sok banget, ngaji segala” kata Tamara
“ngaji itu wajib loch, jadi ana harus bersegera. Assalamualaikum”
___000___
Sasa ikut bergabung dengan sebuah kelompok mengaji. Ia melakukannya seminggu sekali, dengan serius. Dalam kelompok Sasa ada 4 orang teman lain yang sama-sama mengaji. Dalam kelompok tersebut mereka belajar mengenai pemahaman islam, pergaulan islam, dll. Sasa sangat bahagia karena ia memiliki kesempatan untuk mengaji, disaat teman-teman lainnya pergi ke salon, mal, pacaran, dan hal-haal yang nggak berguna. Sasa pulang ketika hari sudah petang, ia segera pulang ke rumah.
Uupss bukan berarti mentang-mentang baru pulang Sasa bermalas-malasan tapi Sasa membantu Ibunya, menyiapkan masakan untuk makan malam sambil berbincang.
“gimana sa, hari pertama sekolahmu??” tanya Ibu
“baik bu, temen-temenku baik semua ko.” Jawabnya
“syukur dech, kalo gitu brarti betah kan?”
“iya bu insya allah, Sasa betah”
“ya sudah kamu istirahat aja dulu” perintah Ibu
“emm, ya sudah bu Sasa istirahat dulu” jawab Sasa
___000___
Waktu makan malam.
Ayah pulang dari kantor, dan adik Sasa kiki naira anjani atau dipanggil kinar baru bangun tidur, maklumlah kinar baru berusia 3 tahun. Ketika makan malam, Sasa bersemangat sekali bercerita mengenai sekolah baru, dan teman-teman barunya. Kinar menjadi pendengar setianya, tanpa disadari ia berceletuk.
“bu kinal pinin tekolah, tama ka caca” celetuknya
“loh kan kinar masih kecil, masa mau sekolah di SMA, harusnya kinar sekolah di TK” kata Sasa
“ihh nda mayu kinal mau tekolah di ECEMA” katanya menggemaskan
Kinar ngambek karena keinginannya tidak dituruti, suasana makan malam itu sungguh berwarna karena adanya celotehan kinar yang lucu. Tidak jarang suara tawa terdengar dari keluarga mereka. Adzan isya berkumandang, mereka sekeluarga sholat berjamaah, setelah itu melanjutkan kesIbukan masing-masing. Sasa belajar di kamarnya, mau nggak mau dia harus mengejar beberapa ketertinggalannya. Bintang-bintang menghiasi langit malam, memberikan cahaya terangnya bagi penghuni bumi. Sasa terlelap dalam kesunyian malam. Menggapai mimpi indahnya, yang menjadi penghias tidur.
___000___
Sebulan kemudian
Tanpa terasa sudah satu bulan Sasa bersekolah di SMA Pelita Bangsa. Tak hentinya Sasa menjadi Sasaran geng popular itu. Walau badai menerpa Sasa tak pernah menyerah (?_?).
Sasa adalah murid kesayangan para guru, karena sifatnya yang santun dan kepandaiannya. Hal tersebut menambah iri anak-anak geng popular. Hingga pada suatu hari yang menegangkan (deg deg,, deg deg,,).
“heh lo tuh sok caper and sok pinter banget sih!!” kata Izza
“maaf, ada apa ya ukhti semua bilang seperti itu??” jawabnya
“ga usah sok alim deh, mentang-mentang pake baju panjang.” Kata imel
“sekarang masalah ukhti sama ana apa??”tanyanya
“lo tuh ga usah sok di hadapan guru, dan temen-temen” kata Arsya
“ana biasa aja ko”
“masa !!! ga usah mentang-mentang pinter deh, sadar diri lo bisa masuk sini karena beasiswa” ejek Izza
Bulir-bulir air mata menetes dari matanya yang bening, Sasa merasakan sesak di dadanya, mulutnya bisu bagaikan terkunci rapat tak dapat berkata, hanya pandangan kosong yang ada.
“dasar cengeng, sekarang diem kan lo. Udah tau kan kalo lo tuh ga ada apa-apanya tanpa santunan yang  dalam bahasa elitenya “BEASISWA”. Hahaha tawa mereka membuncah
Tangisan Sasa semakin menyakitkan, mendengar tangisannya membuat hati teriris pedih. Dengan kekuatannya Sasa berbicara
“emangnya kenapa kalo ana anak miskin yang hanya mengharapkan beasiswa untuk sekolah?? Apa yang salah dari semua ini?? Ana memang bukan orang yang kaya raya seperti ukhti semua, tapi ana tidak pernah membebani orang tua ana. Ana tidak pernah meminta kemewahan seperti yang ukhti lakukan. Ana hanya meminta kasih sayang dari mereka, yang mungkin tidak didapat anak lain. Tapi ana bahagia dengan ini semua.” Jawabnya sambil terisak-isak
Mereka berempat hanya terdiam bisu, tak dapat berkata sepatah kata pun. Sungguh kata-kata Sasa sangat mengena di hati. Dalam lubuk hati mereka yang terdalam ada kebenaran yang diucapkan oleh Sasa. Mereka hanya dimanjakan oleh harta yang bergelimpangan, namun mereka tidak mendapatkan kasih sayang yang mereka idamkan. Sasa merasa tidak enak setelah berkata begitu, walaupun hatinya telah lega mengatakannya namun di sis lain hatinya pun iba.
“kenapa ukhti diam?? Ana mohon maaf jika perkataan ana menyakiti ukhti. Ana tidak ingin ada dendam, sehingga ana mendzalimi ukhti.” Kata Sasa
Geng popular pergi meninggalkan Sasa sendirian. Dengan penuh kekhawatiran dan rasa bersalah Sasa pulang ke rumah.
___000___
Sesampainya di rumah Sasa segera masuk kamar, dan merenungi kejadian yang baru ia alami. Orang tuanya bingung dengan sikap anaknya, tapi orang tuanya mengerti bahwa Sasa butuh waktu sendiri.
___000___
Di SMA Pelita Bangsa
“Sasa.. Sasa.. Sasa” panggil imel
Sasa menoleh ke belakang dan terkejut melihat imel memanggilnya. Ia berhenti menunggu kedatangan imel.
“ada apa imel?? Ana minta maaf atas kejadian kemarin” katanya
“loh aku mau bilang makasih, kamu udah membuka pikiran aku. Memang perkataanmu kemarin begitu menusuk hatiku, karena yang kamu katakana benar. Aku hanya dimanjakan dengan harta.” Kata imel
“Alhamdulillah imel, akhirnya Allah membuka pikiran dan hatimu. Lalu apa kamu sudah bicara dengan orang tuamu??” tanyanya
“sudah, bahkan aku menunggu mereka datang hingga pukul 1 malam”  jawabnya
“lalu apa jawabannya??”
“papi dan mami meminta maaf padaku dan berjanji akan lebih mencurahkan kasih sayangnya untukku” jawab imel
“Alhamdulillah kalo begitu, ya sudah ayo kita masuk kelas” ajak Sasa
Mereka berdua masuk ke dalam kelas, diiringi sorot mata yang heran melihat keakraban mereka. Izza, Arsya, dan Tamara pun bersikap jauh lebih baik pada Sasa. Geng popular saat ini jauh lebih baik kepada semua murid.
___000___
Setahun kemudian
Tak terasa sudah setahun geng popular dan Sasa berteman. Mereka sudah kelas 12, dan bersiap untuk Ujian Nasional. Sasa yang pintar tidak pernah pelit untuk membagi ilmunya pada teman-temannya. Sasa menjadi seorang guru bimbel dan guru ngaji mereka. Alhamdulillah Izza, Tamara, Arsya, dan imel sudah mulai memakai kerudung walaupun tidak seperti Sasa. Tapi bagi Sasa perubahan itu sangat baik, karena mereka melakukannya berdasarkan kesadaran mereka sendiri.
Saat ini kegiatan mereka adalah menjadi anggota social, dan ikut mengaji di kelompok Sasa. Mereka selalu ada dalam setiap kebersamaan.
___000___
Hingga pada suatu hari ketika mereka berjalan di sisi jalan.
“ Izza, awaaasss” teriak Sasa seraya berlari
Braakkk suara tabrak itu terdengar sangat keras. Suara teriak histeris mengiringi kejadian tersebut. Terlambat Sasa tertabrak mobil yang tadi hendak menabrak Izza, namun Sasa segera berlari melindungi Izza dan akhirnya. Ambulan segera datang ke lokasi kejadian membawa Sasa ke rumah sakit. Imel dan teman-temannya mengiringi ambulan tersebut menuju rumah sakit. Di tengah perjalanan Arsya memberitahu orang tua Sasa. Tanpa menunggu lama orang tua Sasa bergegas ke rumah sakit. Sasa sudah masuk ruang gawat darurat, dan sedang ditangani tim dokter. Selama 3 hari Sasa mengalami koma, hingga pada suatu hari Sasa sadar dari komanya.
“orang tua Sasa, dan keluarganya silahkan masuk. Sasa sudah sadar” kata dokter
Orang tua Sasa, imel dkk segera masuk ke ruangan.
“Sasa Alhamdulillah kamu sudah sadar” kata Ibu
“iya sa, Alhamdulillah kamu sudah sadar, terima kasih kamu menyelamatkan nyawaku” kata Izza
Sasa hanya dapat terdiam kaku, tak ada sepatah kata yang keluar dari mulutnya.
“sa….sa mi,,mi,,n,ta ma,,ma,,af” ujarnya terbata-bata
“iya sasa Ibu dan Ayah sudah memaafkan, sayang” jawab Ibu
“ka,,ka,,lian ha,,ha,,rus jadi mus,,limah” ujarnya
“iya Sasa kami berjanji akan menjadi muslimah dan memakai pakaian muslimah, nanti kamu harus temenin aku beli pakaiannya ya” kata imel
“maaf”  kata Sasa lemah
Jeritan histeris menggema di ruangan tersebut, tangis pun pecah membanjiri ruangan. Sasa pergi meninggalkan dunia setelah ia mengucakan syahadat. Teman-teman Sasa amat terpukul dengan kejadian tersebut, mereka merasa bersalah banyak padanya.
___000___
Waktu terus berjalan Sasa memang telah pergi namun kenangannya masih tetap bersama kami. Izza, Tamara, Arsya, imel berubah drastis. Kini mereka memakai gamis (jilbab) dan kerudung seperti Sasa dahulu. Bagi mereka Sasa adalah seorang malaikat yang hadir untuk menyadarkan mereka. Dan akhirnya mereka berempat hidup dengan Islam yang membuat mereka tenang.
“Selamat tinggal Sasa, kami selalu menyayangimu!!” 

Saturday, March 5, 2011

wawancara pelajaran JURNALISTIK


Pemerintah Pengecut!


Pada tahun 2011, Indonesia dihangatkan dengan berita mengenai kerusuhan di Cikeusik, antara masyarakat sekitar dengan kelompok Ahmadiyah. Hingga berita tuntutan pembubaran Ahmadiyah. Banyak pihak yang menuntut agar Ahmadiyah dibubarkan, namun pemerintah yang lambat membuat banyak pihak kecewa. Pemerintah dianggap pengecut karena tidak menentukan tindakan tegas. Hingga saat ini masalah Ahmadiyah belum juga menemui titik akhir. Saat ini (2/3) saya berkesempatan mewawancarai seorang pelajar Latifah mengenai sikap pemerintah yang pengecut menghadapi Ahmadiyah.
Assalamualaikum mbak Latifah, saya Sobrina dari Insantama Channel.
Waalaikumsalam mbak Sobrina.
Jadi begini mbak,saat ini sedang hangat diperbincangkan isu mengenai Ahmadiyah, bahwa menurut salah seorang tokoh Ahmadiyah tidak perlu dibubarkan. Bagaimana pendapat mbak menyikapi pernyataan tokoh tersebut?
Menurut saya pernyataan tokoh tersebut tidak dapat dibenarkan, Ahmadiyah seharusnya dibubarkan, sebab Ahmadiyah itu jelas-jelas aliran yang sesat dan menyesatkan, dimana ia menyebarkan bahwa ada nabi selain  Muhammad. Hanya saja pemerintah terlalu takut pada Ahmadiyah, khususnya presiden SBY tidak berani  menjelaskan secara terang-terangan apalagi membubarkan Ahmadiyah.  Kita beri contoh saja jika ada yang mengatakan bahwa presiden Indonesia adalah Sunarto bukan SBY, maka itu termasuk pelecehan. Tapi mengapa masalah Ahmadiyah yang sebenarnya sudah berkaitan dengan aqidah, dan jelas-jelas bertentangan dengan agama Islam, tidak ada tindakan tegas? Padahal ini semua termasuk pelecehan yang sangat besar. Jadi,  semua ini tidak bisa di kompromikan lagi,  Ahmadiyah harus dibubarkan.
Jadi, ini semua karena pemerintahnya sendiri mbak? Bagaimanakah anda menyikapi tindakan pemerintah yang mengulur-ulur permasalahan ini?  
Pemerintah itu terlalu pengecut, tidak mempunyai mental keberanian seperti layaknya pemimpin. Jadi kalo pemerintah tidak juga membubarkan Ahmadiyah maka umat islam yang akan bertindak membubarkan Ahmadiyah, sekaligus membubarkan pemerintahnya.
Adakah solusi untuk menyelesaikan masalah ini?
Sebenarnya solusinya itu mudah yaitu
Yang pertama egera bubarkan Ahmadiyah dan alirannya, semua itu harus sampai akarnya, agar tidak ada lagi pelecehan agama seperti saat ini.
Tidak hanya itu kita juga harus mengganti system pemerintahan yang ada yaitu system liberalis dengan system yang bersifat mendukung serta melindungi islam, yaitu system islam kaffah. Jadi Negara khilafah harus ditegakkkan, ALLAHU AKBAR!
Baiklah terima kasih atas wawancara kali ini, semoga pemerintah segera mengatasi permasalahan ini. Assalamualaikum mbak Latifah.
Waalaikumsalam mbak Sobrina.
(Sobrina/Insantama Channel)
                                                              

Monday, February 21, 2011

jodohku di rumahku #2

JODOHKU DI RUMAHKU #2
Satu bulan kemudian
Adist dan Sasi menjalani persiapan untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya. Bukan berarti tidak ada cobaan di dalam kehidupan mereka. Mereka bagaikan surat dan prangko yang tidak terpisahkan. Membuat seluruh mata yang memandangnya iri, mereka layak menjadi king and queen. Hingga masalah itu datang dalam kehidupan mereka.
___SSS___
Hingga pada suatu hari datanglah seorang cewek bernama Cath, ke dalam hidup Adist dan Sasi. Cath adalah mantan pacar Adist yang bersekolah di singapura dan ia tinggal di bali untuk berlibur. Saat itu Cath sedang berlibur di bali, hingga ia bertemu dengan Adist. Adist sangat menyayangi Cath, tetapi saat itu Cath harus pergi kembali ke singapura, karena ia akan dijodohkan dengan troy. Cath tidak bisa menolak dan ia pun harus meninggalkan Adist. Adist begitu kecewa dengan keputusan Cath, sulit bagi Adist untuk melupakan Cath. Hingga saat ia bertemu dengan Sasi perasaan itu mulai terkikis
___SSS___
Di tengah kesibukan Adist di kantornya, tiba-tiba Cath datang ke kantornya. Sungguh Adist sangat terkejut dengan kedatangan Cath, cewek yang pernah membuat ia kecewa.
“ke…kenapa kamu bisa ada di kantorku???”
“aku kangen sama kamu Adist” jawab Cath
Di satu sisi Adist tidak bisa membohongi perasaannya kalo ia juga kangen dengan Cath. Tapi ia tak ingin menyakiti Sasi yang udah sangat ia sayang.
“kenapa kamu bisa tau aku ada disini, dan bukankah kamu udah dijodohin dengan troy???” tanya Adist
“aku tau dari orangtua kamu di bali, dan masalah troy aku udah menjelaskan dengan baik sama orangtuaku dan troy. Akhirnya mereka bisa menerima keputusanku, dan sekarang aku mau kembali sama  kamu.” terang Cath
“ tapi aku ga bisa Cath, aku sudah melupakan kamu Cath” jawab Adist
“tapi aku sudah mengorbankan semuanya untuk kamu Adist, kenapa kamu ga bisa terima aku lagi??” kata Cath
“karena aku udah punya yang lain, jadi kamu harus lupain aku, sebentar lagi aku akan nikah dengan Sasi” jawab Adist
“oh jadi cewek itu namanya Sasi, lihat aja Adist aku akan merebut kamu kembali dari cewek itu” ancam Cath
___SSS___
Adist semakin bingung dengan kedatangan Cath, ia takut Cath akan merusak rencana indah mereka berdua. Adist menjadi pendiam karena hal itu, Sasi pun bingung dengan sikap Adist. Hingga pada suatu saat Sasi bertanya pada Adist.
“kamu kenapa Adist, kenapa kamu jadi pendiam gini? 2 bulan lagi kita akan nikah” kata Sasi
“aku ga apa-apa Cuma capek aja.” Jawab Adist
“apa kamu punya masalah? Atau kamu tidak yakin dengan kelanjutan semua ini?” tanya Sasi
“ ga ko aku yakin dengan semua ini, udah kamu jangan mikir macem-macem” kata Adist
___SSS___
Pada suatu hari Cath datang menemui Sasi.
“kamu Sasi?” tanya Cath
“ia kamu siapa ya?” tanya Sasi
“ aku Cath, pacarnya Adist dari singapura”
( Sasi terkejut mendengarnya, tapi ia berusaha tenang)“maaf aku ga tau, karena Adist ga pernah bilang sama aku dan 2 bulan lagi aku sama dia mau nikah, jadi jangan ganggu kami” jawab Sasi
“aku ga peduli, karena Adist itu punya aku. Kamu tuh cewek ga tau malu, ngerebut Adist dari aku. Kamu tuh cuma pelampiasan Adist karena waktu itu aku ninggalin dia. Kasihan banget sih kamu cuma jadi pelampiasan  Adist, jangan ganggu Adist lagi karna dia  janji akan nikahin aku” kata Cath lalu pergi meninggalkan Sasi
Sasi bingung, sedih, kecewa dengan Adist. Sejak itu Sasi selalu menjauh dari Adist. Hubungan mereka semakin kacau, hingga suatu saat Adist menemui Sasi, mereka pun berbincang-bincang tentang hal yang sebenarnya..
“kenapa kamu ngejauh dari aku?” tanya Adist
“ga kenapa-napa aku lagi sibuk” kata Sasi cuek
“tapi kamu beda Sasi, walaupun kamu sibuk kamu ga pernah kaya gini” kata Adist
“kemarin juga waktu aku tanya kenapa kamu jadi pendiem, kamu juga jawab ga kenapa-napa kan, padahal kamu lagi mikirin sesuatu, atau lebih tepatnya seseorang” kata  Sasi
“aku ga ngerti sas, jangan buat aku penasaran jelasin ke aku” kata Adist
“kamu tega dist, tega banget sama aku, AKU BENCI SAMA KAMU ADIST” teriak Sasi
“Sasi kenapa sih kamu? Sasi bilang sama aku!!” jawab Adist
“kamu udah punya pacar kan! Cath, cewek yang sangat kamu sayang dan kamu bohongin aku”
“Cath…… (Adist terkejut) di..dia itu bukan pacar aku, kamu harus percaya” kata Adist
“aku ga mau percaya kamu lagi, Cath udah bilang semuanya sama aku. Lupain semuanya, batalin semua rencana indah yang udah kita buat” Sasi pergi meninggalkan Adist
Adist termenung sendiri memikirkan kata-kata Sasi, ternyata hal yang ia takutkan menjadi nyata. Ia yakin semua ini karena Cath. Tanpa berlama-lama segera Adist menemui Cath.
___SSS___
“CATH..!!” teriak Adist
“hey Adist, ada apa?? Kamu kangen sama aku??” rayu Cath
“aku jijik sama kamu, apa yang kamu lakuin sama Sasi? aku udah bilang kalo kita ga bisa sama-sama lagi. Aku lebih memilih Sasi, dan kamu udah aku lupain.” Kata Adist
“tapi Adist, aku sayang sama kamu, akuu balik karena kamu.” Kata Cath
“bohong, kamu bohong, aku tau kamu udah nikah sama troy. Tapi setelah kamu ambil harta troy kamu tinggalin dia.” Kata Adist
“itu bohong Adist, siapa yang bicara seperti itu?” kata Cath
“troy dan anne sudah bilang semuanya, dan kamu sudah punya anak dari jack” kata Adist
“mereka bohong Adist, aku sayang banget sama kamu!” kata Cath
“pergi kamu dan jangan ganggu aku lagi, atau aku laporin kamu ke dady kamu” ancam Adist
(Cath sangat takut dengan dady, akhirnya Cath pergi.) “Sasi ga akan mau terima kamu lagi Adist, HAHA” puas Cath
Tapi ternyata Adist tidak sebodoh yang dipikirkan Cath, Adist merekam pembicaraannya dengan Cath. Tanpa sepengetahuan Cath.
___SSS___
Rumah Sasi
Sasi menangis tersedu-sedu, ia kecewa dengan Adist.  Orangtua Sasi sedang kerja di luar negeri. Tinggallah Sasi sendiri dalam kesedihan dan kesepian. Tiba-tiba Adist datang ke rumahnya.
Tok..tok..tok…. (Adist mengetuk pintu besar rumah Sasi)
Sasi tidak membuka pintu karena ia tau bahwa yang di luar adalah Adist. Sasi membiarkan Adist di luar, di tengah dinginnya angin malam. Adist tau bahwa Sasi sangat marah padanya, hingga Sasi tidak mau membuka pintu. Adist tetap menunggu di luar.
“Sasi aku tau kamu ada di dalam, aku bakal tunggu kamu disini, walaupun angin malam menusuk tulang, menjalar hingga ke aliran darah, aku akan tetap tunggu kamu sampai kamu mau denger penjelasan aku.” Teriak Adist
Sasi tidak mau mendengar kata-kata Adist, ia menutup telinganya. Sasi tidak peduli dengan kata-kata Adist. Sasi tertidur terlelap di dalam alam mimpi, hingga sang fajar menampakan cahaya terangnya. Di sisi lain Adist tetap menunggu di luar, ia tertidur di depan pintu rumah Sasi. Sasi mengetahui hal tersebut, dan Sasi pergi keluar melalui pintu belakang. Adist tetap menunggu Sasi keluar, padahal Sasi sudah tidak ada di dalam.
Setelah lama menunggu, Adist diberi tau bahwa Sasi sudah keluar dari tadi. Adist kecewa dengan sikap Sasi yang tidak mau mendengar penjelasannya, Adist pergi meninggalkan rumah besar itu.
___SSS___
Adist segera ke kantor Sasi, ia tau pasti Sasi kerja.
Sesampainya di kantor Sasi, Adist melihat Sasi sedang berbicara dengan Cath.
“Cath, ngapain kamu kesini??? Apa yang kamu lakukan sama Sasi?” teriak Adist
“oh jadi semua semakin jelas, dist. Aku  udah ga mau percaya kamu.” Sasi menangis
“Sasi dia bohong, kamu ga tau yang sebenarnya.” Kata Adist
Cath hanya tersenyum licik, ia menambah panas hati Sasi dengan kata-kata dusta.
“gimana aku mau tau, kamu ga pernah kasih tau.” Jawab Sasi
“aku memang pernah dengan Cath, tapi setelah itu berakhir. Aku punya rekaman kebohongan dia.” Kata Adist sambil memberi rekaman pembicaraannya dengan Cath
Sasi mendengar semuanya, ia merasa bersalah karena tidak memperdulikan Adist. Setelah tau semuanya, Sasi meminta maaf pada Adist. Sedangkan Cath diam-diam kabur menyelamatkan diri.
“apa kamu masih mau melanjutkan semuanya dengan aku?” tanya Adist
“iya aku masih mau menerima kamu.” Kata Sasi
Akhirnya Cath harus rela melepas Adist. Sedangkan Adist dan Sasi melanjutkan kehidupan mereka. Mereka berdua menikah, dan tinggal di Bali dengan bahagia.
Apakah kehidupan mereka berdua akan terus bahagia???
Kita nantikan kelanjutan kisah ini.
AS
ADISTYA PUTRA NURAGA
ANASTASYA SASILIA WULANDARI

___SELESAI___


kasih sayang ibu

Cerita ini berkisah tentang kasih sayang seorang Ibu kepada anak-anaknya. Kasih sayang yang tidak pernah ada batasnya. Kisah ini berasal dari negeri Jiran, Malaysia. Kisah ini sudah dirubah ke dalam bahasa Indonesia, dan diceritakan kembali dengan bahasa sang penulis. 
By : Sobrina Fitriyah Ch
___SSS___
Gema takbir berkumandang, menggema menenangkan jiwa, memberi kebahagiaan bagi mereka yang sedang berkumpul dengan keluarga tercinta, kata maaf terucap dari bibir mereka yang merayakan hari nan fitri.
Berhentilah sebuah mobil di depan rumah kecil. Dari dalamnya turun 1 laki-laki dan 1 perempuan berpakaian islami. Masuklah mereka ke dalam rumah itu. Sang laki-laki mengambil sepucuk surat dari atas meja. Ia membuka surat itu, yang ternyata berisi tulisan Ibunya.
___SSS___
Di sebuah rumah kecil tinggalah seorang Ibu dengan 2 orang anak. Si Alung laki-laki dan si Ade perempuan. Sang Ibu menghidupi anaknya seorang diri, Ibu amat menyayangi kedua anaknya. Anaknya memiliki cita-cita yang amat tinggi. Sang Alung ingin menjadi photographer, sedangkan sang Ade ingin menjadi dokter.
Ketika mereka bertiga sedang berjalan di atas bukit, bermain-main gembira bersama. Si Ade terjatuh, dan dengan kasih sayang Ibu mengobati luka Ade. Hingga Ade berkata “ kalo aku udah besar, aku ingin jadi dokter, biar nanti bisa mengobati Ibu” kata Ade polos
Sang Ibu tersenyum, ia berdoa agar anaknya dapat mewujudkan cita-citanya.
___SSS___
Ketika anak-anaknya sedang belajar, sang Ibu melihat lukisan sang Alung. Alung mengeluh karena lukisannya jelek. Tapi sang Ibu membesarkan hati anaknya.
“lukisan Alung adalah lukisan paling bagus yang pernah Ibu lihat” Ibu berkata dengan lembut
“nanti kalo Alung udah besar,  Alung mau jadi photographer biar nanti kita foto bareng-bareng.” Kata Alung
___SSS___
Anak-anak sudah besar, dan cita-cita mereka tercapai. Alung menjadi photographer terkenal, dan Ade menjadi dokter yang sIbuk. Sang Ibu tinggal di rumah sendirian, tanpa teman. Rasa rindu pada anaknya tidak dapat tertahankan. Janji Alung untuk foto keluarga, tidak pernah terlaksana. Lukisan Alung tetap Ibu pasang di lemari.
Pada suatu hari Ibu menelpon Alung. Tapi ternyata Alung sedang sIbuk dan ia mengacuhkan Ibunya. Alung hanya berkata ia sedang sIbuk, dan dengan kecewa Ibu mengerti keadaan Alung.
Ibu dengan setia menanti kedatangan anak-anaknya. Tanpa lelah dan bosan, Ibu menanti kedatangan Alung dan Ade. Karena kesetiaan Ibu terhadap anak-anaknya sampai-sampai orang mengatakan,”Ibu gila, karena menunggu anaknya yang tidak datang-datang.
Karena kesibukan kerja kedua anaknya, Ibu sampai tidak berani menelepon kedua anaknya, karena ia takut mengganggu pekerjaan anaknya. Air mata menetes dari pelupuk matanya. Rindu itu sangat kuat, ikatan batin antara Ibu dengan anak-anaknya begitu lekat.
___SSS___
Hingga pada suatu hari, Ibu terdesak untuk menelepon Ade. Saat itu Ibu sedang sakit, dan ia sudah tidak bisa menahan lagi.
Kriiinggg…. Kringgg…
“halo ada apa bu?” tanya Ade
“Ibu sedang sakit!” jawab Ibu
“Ibu nanti dulu ya, banyak pasien menunggu” jawab Ade
Ibu pun mematikan telepon, Ibu sangat sedih karena anak-anaknya sudah melupakan ia. Dan akhirnya pada suatu saat Ibu meninggal.
___SSS___
Dalam suratnya Ibu meminta maaf jika berbuat salah, dan membuat susah. Anak-anaknya menyesal, namun segalnya sudah terlambat, Ibu sudah tiada. Sayangilah orangtua kalian, selama mereka masih ada.

Wednesday, February 9, 2011

Arti sebuah nama

Arti sebuah nama mungkin bukanlah hal yang penting.
Tapi bagiku itu sangat penting.
Karena dari nama itulah doa dan harapan orangtuaku mereka tambatkan.
Ketika mereka memilih sebuah nama, mereka harus mempertahankan keinginannya masing-masing.
Buya ingin namaku ini, Ibu ingin namaku itu.
Begitulah orangtua ingin anaknya mendapat nama yang baik dengan harapan yang besar dalam nama tersebut.
Namaku Sobrina Fitriyah Choirunnisa.
Apakah harapan dari nama tersebut???
Orangtuaku berharap kelak aku dapat menjadi wanita baik, yang suci dan sabar.
Itulah yang mereka harapkan dari namaku, begitu indah arti sebuah nama.
Tak pernah kukira namaku adalah sebuah bentuk doa mereka untuk diriku kelak.
Semoga aku dapat mewujudkan harapan kedua orangtuaku nanti. Amin
Syukurku senantiasa terpancar
By : Sobrina Fitriyah Ch


Manusia hanyalah insan biasa yang senantiasa memiliki kekurangan dan kesalahan, tak ada kesempurnaan yang pantas untuk dibanggakan. Lihatlah siapa kita, sosok yang selalu bergantung pada keajaiban dan kekuasaan-Nya. Apakah pantas kita bersombong diri, padahal kita masih memiiliki ketergantungan??? Tanpa semua nikmatnya kita bukanlah siapa-siapa dan takkan mungkin menjadi apa-apa.
Rasakan udara yang berhembus di sekeliling kita, ketika kita berfikir ini adalah sebuah nikmat. Bagaimana jika nikmat itu tiba-tiba hilang?? Apakah seluruh harta kekayaan yang kita miliki dapat membeli semua itu???
Dengarkan detak jantung yang selalu bekerja tanpa henti, mengalirkan darah dan oksigen ke seluruh tubuh. Bagaimana jika jantung itu tiba-tiba berhenti??? Apa yang terjadi??? Apakah masih bisa kita berjumpa dengan keluarga kita, melihat keindahan semesta alam, merasakan kasih sayang yang ada di sekitar kita??? Yang ada hanya kesedihan yang tersirat dari mereka yang ditinggalkan.
Apakah pernah terfikirkan dalam benak kalian, bagaimana kedipan mata secara spontan bekerja tanpa diperintah??? Bagaimana jika kita tidak dapat berkedip???
Bayangkan dalam benak kalian dalam sebuah buku yang saya baca seorang anak perempuan berusia 6 tahun hidup dalam kegelapan, kesepian, kehampaan. Seorang anak kecil yang tidak dapat melihat, mendengar, dan berbicara. Apa yang pertama kalian rasakan jika kalian ada di posisi anak itu??? Seorang anak polos yang tak berdoosa harus menanggung semua itu sendirian dalam dunia yang mati. Apakah kita masih tak bersyukur atas semua yang kita miliki??? Berapa yang harus kita bayar untuk mendapat penglihatan, pendengaran, berbicara??? Apakah kalian fikir dengan seluruh harta kalian semua itu dapat terbeli???
Terkadang sulit bagi kita untuk dapat mensyukuri segala nikmat yang telah kita dapatkan. Nikmat yang kecil saja tidak pernah kita syukuri, padahal nikmat kecil itulah yang berharga. Sungguh dimana hati ini?? Dimana hati yang senantiasa merendah??? dimana kalimat syukur yang mengalun dari bibir kita??? Dimana perasaan yang seharusnya dimiliki oleh setiap manusia???
Bersyukurlah karena Allah akan menambah nikmat bagi hambanya yang senantiasa bersyukur. Apalah arti hidup bila aku tak bisa bersyukur. Sesulit inikah aku untuk dapat bersyukur???
Bila waktuku habis izinkanlah aku untuk memberikan yang terbaik bagi mereka.
Inilah saatnya aku harus bersyukur.