Welcome to Cerita Sobrina

Monday, November 15, 2010

In my life
IMG_0610.jpg
Add caption
By : Sobrina Fitriyah Ch

Masa kecilku tergolong indah dan menyenangkan. Aku lahir pada hari Rabu,15 Maret 1995 di kota hujan (Bogor) dan diberi nama Sobrina Fitriyah Choirunnisa . Walaupun keluargaku pas dalam hal ekonomi tapi aku tetap merasakan kebahagiaan dan kasih sayang yang lebih dari orang tuaku. Ayahku seorang guru ngaji dan guru bahasa arab, muridnya dari berbagai kalangan mulai dari mahasiswa hingga polisi yang jabatannya tinggi, ckckck. Wajarlah buya (panggilan untuk ayah) adalah lulusan dari Pondok Madani Gontor di Ponorogo, jadi bukan hal yang aneh jika buya mahir berbahasa arab. Sedangkan ibuku seorang pegawai di perusahaan garment bagian administrasi. Orang tuaku dapat dibilang memanjakanku, apa yang ku mau mereka berusaha turuti. Saat kecil aku anak yang nakal, tapi nakal yang wajar. Sewaktu aku baru belajar jalan pengasuhku mba ni’  ke kamar mandi untuk wudhu, sedangkan keluargaku yang lain sholat berjamaah. Aku merangkak ke dapur dan saat itu juga aku menduduki panci  sop yang baru diangkat, tau kan apa yang terjadi selanjutnya???
Kenakalanku tidak hanya itu saja masih banyak lagi yang lain, aku terbilang tomboy tapi feminine juga. Akhirnya saat usiaku sudah cukup aku dimasukan ke TKIT Al-Ghozaly,  tapi bukan berarti ku udah ga nakal lagi loch. Ayahku dulu sering dakwah sampe ke Malaysia dan Singapura, jadi ku sering ditinggal. Pada tahun 1999 aku dapet temen baru, ibuku melahirkan anak perempuan namanya Nabila Laila Ramadhany. Ukkhhh lucunya dia, aku seneng karna ada yang nemenin ku. Waktu kecil nabila kaya orang cina, matanya sipit, gembil, dan putih. Eemm selain jadi guru ngaji dan bahasa arab buya jadi pegawai swasta di perusahaan otomotif, sampai sekarang buya masih setia di perusahaan itu.
Pada umurku yang ke 6 aku masuk SDIT Al-Ghozaly, wah sekarang aku udah mulai besar  walaupun masih suka nyedot ingus, iihhhh ternyata dulu aku jorok juga, hahaha. Pada Mei 2002 adikku lahir namanya M.Farhan Al-Ma’sum, wah ibuku susah sekali melahirkannya sampai harus operasi Caesar, ternyata itu smua karna bayinya lahir dengan berat 4,2 kg. Besarnya dia ketika aku lihat di tempat perawatan bayi, udah kaya daging gulung,hehehe jahatnya aku. Aku sayang sama adik-adikku, walau sering bertengkar.
Kebetulan dalam rumahku ada pagar kayu yang melintang di ruang nonton. Pagar itu dipasang biar kita ga nonton tv terus, jadi pada suatu malam aku panjat pagar itu untuk nyalain tombol power dan ngambil remote setelah nyalain power satu tanganku megang remote dan aku manjat lagi keluar pager tiba-tiba, gubbrraakkk aku jatuh tersungkur ke lantai darah bercucuran dari daguku. Ayahku sedang tidak ada, hanya ibu dan omku, setelah diperiksa om ternyata daguku robek, ibu panic aku pun dibawa ke klinik deket rumah tapi, klinik itu udah tutup. Akhirnya, aku dibawa ke umah sakit, daguku dijahit 10 jahitan. Hmmm bener-bener nakal ya aku???
Pada suatu hari nenek dan kakek datang dari Palembang, aku senang karna aku termasuk manja sama kakekku. Selama beberapa minggu nenek dan kakek tinggal di umah,hingga akhirnya pada suatu malam  mereka minta diantar ke terminal untuk pulang ke Palembang. Ibuku menyarankan untuk pulang besok pagi karna waktu menunjukan pukul 9 malam,tapi mereka tidak mau. Akhirnya buya mengantar ke terminal, aku menangis pingin ikut ngantar ke terminal. Sebenarnya aku dilarang ikut karna sudah malam dan mulai gerimis,tapi karna aku nakal akhirnya aku ikut.
Sampai di terminal tetesan air mulai turun dari langit, buya menarikku agar berjalan cepat kanan kiri bis parker berdempetan, hingga menyisakan jalan yang kecil. Aku berjalan sambil melihat ke belakang, sedangkan ayahku menarikku untuk jalan lebih cepat. Ketika aku menoleh ke depan “bruukkkk” kepalaku menabrak  pintu belakang bis. Darah segar bercucuran dari dahiku, buya membawaku ke warung untuk membeli tisu dan air minum. Ternyata dahiku juga robek, karna kondisi buya sedang panik rumah sakit yang berada di dekat terminal tidak terpikirkan oleh buya. Buya membawa aku pulang ke rumah, ibu yang melihat keadaanku langsung mengajak buya ke rumah sakit, dan ternyata rumah sakit itu ada di dekat terminal. Waduuhh buya saking paniknya sampe ga kepikiran, untung anaknya ini ga ditelantarin. Jadilah aku dijahit 6 jahitan di rumah sakit itu. Wahh rasanya badanku udah kaya baju robek dijahit-jahit,,hahaha.
Aku punya temen dari aceh,namanya sakinah dan mursidah mereka kakak beradik. Mereka masuk ke sekolahku juga sakinah sekelas sama aku sedangkan mursidah lebih tua. Di tahun 2002 ku mendapat musibah, keluargaku diusir dari rumah yang aku tinggalin dan yang mengusir keluargaku adalah saudara sepupu ibuku. Aku yang masih polos menganggap kalo aku hanya pindah biasa bukan karna diusir, kejadian itu saat tiga hari sebelum lebaran. Bayangkan gimana perasaan orang tuaku, sedih bukan main. Aku tinggal di rumah tanteku, selama 2 minggu hingga akhirnya aku pindah rumah.
Di rumah itu aku tinggal selama 2 tahun, rumah itu sederhana tapi halamanya amat luas. Halaman rumahku terdapat pohon  alpukat, jambu, delima, dan banyak lagi. Kalo pohon lagi berbuah kadang aku membagikannya kepada tetangga. Sesuatu yang tidak terlupakan dalam memoiku.
 Hingga akhirnya pada tahun 01 januari 2005 aku pindah ke serpong tangerang. Aku melanjutkan sekolahku  di SDN Serpong 1, aku masuk kelas 4 semester 2 dan saat itu juga aku harus belajar untuk masuk kelas 5 unggulan. Alhamdulillah aku bisa masuk kelas 5A, di kelas itu persaingan terjadi, walau tidak menjadi juara tapi nilaiku cukup baik untuk melanjutkan ke kelas 6. Aku menjalani hari-hari seperti biasa hingga saatnya ujian nasional kelulusan SD, aku bisa lulus dengan nilai yang cukup baik.
Aku melanjutkan ke Mts.An-Najah di sekolah ini aku bertemu dengan teman-teman yang baik aku bersahabat dengan mereka dan aku punya nama persahabatan yaitu KALIMANTAN nama itu diambil dari awalan nama kami (kalma,lia,imut,ayu,nisa,puspita,alviah,nurmah). Bukan berarti  dalam  persahabatan kami semua lancar, tapi terkadang kami harus saling berdiam-diaman karna berbeda pendapat tapi, itulah ujian dalam persahabatan yang membuat kami makin kompak.
Kami saling mendukung contohnya ketika puspita lomba puisi di bandung kami mendukungnya, dan sebaliknya ketika aku olimpiade matematika di UNJ mereka member dukungan. Aku dan ayu terkadang ikut lomba bersama yaitu cerdas cermat di UIN dan MIPA di Al-Azhar, makanya aku dan ayu paling deket. Setiap tahun aku study tour ke berbagai tempat tahun pertama aku ke ITB,dan Waduk Jatiluhur. Tahun kedua sekolahku ke UI, dan Kebun Raya. Tahun terakhir aku ke UNS, candi Prambanan dan sekitar yogya. Dalam setiap kesempatan aku dan sahabatku berusaha untuk bersama.
Ujian nasional tiba aku bersungguh-sungguh karna ujian ini yang menentukan akhir perjuanganku selama 3 tahun. Mulai dari bimbel, try out aku lakukan setiap hari. Pada hari yang bersejarah yaitu ujian nasional aku menjawab soal dengan sangat teliti. Ketika pengumuman kelulusan aku tidak bisa merasakannya karna aku harus tes di MAN Insan Cendekia, aku harus bersaing dengan 4000 peserta untuk mendapatkan 240 tempat di sekolah tersebut. Sayangnya  yang aku tidak mendapat kesempatan itu, dan aku harus menerima keputusan orang tuaku untuk pesantren, dengan berat hati aku harus terima karna aku yakin mereka telah memilih yang terbaik.
Setelah perpisahan aku berpencar dengan sahabat-sahabat. Aku masuk SMAIT Insantama di Bogor, di sekolah itu juga aku pesantren. Aku adalah angkatan pertama SMA itu, kebetulan ada beberapa guru-guruku yang penah menjadi murid belajar bahasa arab buya. Ternyata semua ga kaya yang aku bayangkan, justru aku senang di sekolah yang baru disana ada dua kelas yaitu kelas akhwat(perempuan) dan ikhwan (laki-laki). Model sekolahku kaya sekolah alam aku biasa belajar dengan bebas kalo di kelas ngantuk kita semua belajar di halaman luar.  
IMG11.jpg

Pada bulan oktober aku dan angkatanku mengadakan LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) uniknya pesertanya adalah semua siswa-siswi SMA. Dalam  LDK itu kami semua harus mencari dana sebanyak 20 juta selama 10 hari, bayangkan!!!! Selain itu dalam LDK kami harus berjalan kaki dari Bogor – Cianjur. Waduucchhh jauhh banget,, waktu dibayangkan pasti sangat cape tapi ternyata setelah dijalani sangat menyenangkan. Kami juga diliput oleh media, kaya artis ya, hehehehe… banyak pelajaran yang ku dapat dari LDK itu, kami berhasil mendapat 20 juta karna kerja keras kami sendiri. Kalian bisa baca liputan perjalanan kami di D’Rise atau web www.insantama.sch.id

Bukan berarti  perjuangan menjadi “calon pemimpin masa depan” sampai disitu setelah itu aku UTS, dan ikut class meeting. Kami diberi tugas untuk membuat essai (cerita reportase) mengenai LDK selama seminggu aku mengerjakannya. Setelah tugas essai selesai kami dibagi 2 kelompok  akhwat dan ditugaskan untuk membuat madding “First in the world” selama 2 minggu. Setiap hari aku harus merelakan waktuku untuk tidur lebih malam (begadang). Kadang aku tertidur di kelas karna mengerjakan hingga pukul 1 malam. Dan akibatnya kami sering ngantuk saat ta’lim habis subuh dan saat belajar di kelas. Akhirnya madding itu selesai dan berhasil menjadi  first in the world.
Di sekolah ini juga aku diajarkan berdakwah, dan bergaul dalam hubungan social. Baik tentang hubungan laki-laki perempuan,dll. Aku berdakwah dengan cara masyiroh, aku dan teman-teman berjuang menegakan khilafah. Aku senang mendapat pengalaman baru lagi ketika aku aksi mengenai penolakan pembakaran al-qur’an dan penolakan kedatangan obama. Itu semua salah satu cara untuk berjihad dan berdakwah demi tegaknya khilafah.
Itulah ceritaku sejak aku kecil hingga saat ini, semoga semua menjadi pelajaran agar kita bersabar dalam menghadapi cobaan hidup yang telah  Allah beri.  Aku bercita-cita untuk menjadi dokter + pemain music yang sukses peduli umat. Amin, tolong doakan!!!

KADO UNTUK AYAH IBU
By : Sobrina Fitriyah Ch

Siang hari yang terik ketika pulang sekolah amel menghempaskan tubuhnya di atas kasur.
“uuhh akhirnya sampai juga, ” kata amel sambil tiduran.
Tiba-tiba ketika ia sedang asyik melepaskan rasa lelah ibunya memanggil amel.
“amel,,amel,,amel,, tolong bantu ibu sebentar” ibunya memanggil
Amel pun dengan kesal menghampiri ibunya.
“ada apa sih bu?? Amel lagi istirahat diganggu”
“bantu ibu buat gorengan mel, untuk jualan nanti sore” suruh ibunya
“ahh ibu amel cape, masa baru pulang udah disuruh” gerutunya
“amel ibu ga sanggup kalo harus mengerjakannya sendiri, kalo kita ga jualan kamu ga bisa sekolah dan makan”
“maafkan amel bu, habis amel cape jadi emosi” amel meminta maaf
Akhirnya amel membantu ibunya membuat gorengan. Ketika sore hari amel berkeliling kampung untuk berjualan gorengan. Hal ini sudah ia lakukan sejak ayahnya meninggal 3 tahun yang lalu, ia harus membantu ibunya mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“gorengan….gorengan….gorengan… ayo dibeli gorengannya 500 aja” amel menjajakan gorengannya
“dek beli gorengannya dong” seorang ibu-ibu membeli gorengan amel
“ohh boleh bu, beli berapa bu???”
“beli 5000 dek, campur ya! jangan lupa sambalnya”
Setelah itu amel berkeliling lagi ke kampung sebelah hingga menjelang maghrib gorengannya habis. Amel pun bergegas pulang karna hari sudah mulai gelap,ia harus melewati kebun yang kata banyak orang kebun itu menyeramkan. Akhirnya amel sampai di rumah dengan selamat, dan memberikan uang hasil jualan pada ibunya.
“bu ini uang jualan hari ini, Alhamdulillah gorengannya habis” kata amel senang
“Alhamdulillah nak, uang ini kita tabung setengahnya untuk kamu bayar sekolah” kata ibunya
Setelah itu amel dan ibunya sholat berjamaah, dan mengaji. Itu adalah rutinitas mereka sehari-hari meski lelah tapi mereka tidak pernah meninggalkan kewajibannya sebagai muslim. Hari ini ibu masak sayur daun singkong, tempe, dan sambal. Mereka selalu bersyukur karna masih bisa makan walaupun lauk seadanya. Setelah makan amel belajar sedangkan ibunya menjahit pesanan orang. Selain berjualan ibunya juga menawarkan jasa sebagai tukang jahit untuk menambah penghasilan. Amel pun terkadang membantu ibunya jika kebetulan ia sedang tidak ada tugas.
“amel sudah malam, lebih baik kamu tidur biar besok tidak kesiangan tapi jangan lupa sholat isya dulu” kata ibunya.
“baik bu amel sholat isya dulu baru tidur, selamat malam ibu” amel segera mengambil wudhu.
Burung berkicau riang menyambut pagi yang cerah. Amel yang sudah bangun sejak subuh tadi, betugas merapikan rumah. Sedangkan ibunya pergi belanja ke pasar untuk bahan-bahan jualan. Setelah merapikan rumah amel bersiap-siap untuk pergi sekolah. Ibu amel sudah pulang dari pasar dan langsung menyiapkan sarapan.
“amel, ayo sarapan dulu” panggil ibu
“ia bu sebentar lagi amel lagi pake kerudung”.
Selesai itu amel sarapan dengan ibunya, dan langsung pamit untuk berangkat sekolah. Ia berangkat sekolah naik sepeda warisan ayahnya. Ia berangkat bersama teman-teman sekampungnya.
Krriiingggg bel sekolah berbunyi amel sudah berada di kelasnya, yaitu kelas 10 C. Pelajaran pertama adalah matematika, Pak Imam gurunya telah masuk kelas. Sebelum pelajaran dimulai siswa-siswi berdoa lebih dulu. Setelah selesai berdoa pelajaran matematika dimulai.
“anak-anak kumpulkan tugas matematika yang kemarin di meja bapak” kata gurunya.
“waduuhh mel aku lupa belum ngerjain tugas, kamu udah belum???” kata saskia
“Alhamdulillah semalem aku udah ngerjain” kata amel sambil mengumpulkan tugasnya di depan
“ayo siapa yang tidak mengerjakan tugas silahkan kerjakan di luar” kata Pak Imam
Beberapa murid tidak mengerjakan tugas, mereka pun keluar kelas.
“baik, siapa yang berani maju untuk menjelaskan pembahasan yang kemarin???”
“saya pak, saya mau mencoba” amel mengajukan diri
“baik silahkan amel” gurunya mempesilahkannya
Amel termasuk anak yang berprestasi di sekolahnya, ia pandai di berbagai bidang. Semangatnya tidak pernah habis walau dengan fasilitas seadanya ia bisa membuat ibunya bangga. Krrriinggggg bel istirahat berbunyi, semua murid berhamburan keluar. Amel dan saskia kelua untuk membaca madding (majalah dinding) hari ini.
“wah mel dicai perwakilan untuk olimpiade matematika tuh” kata kia.
“ia sas bener lombanya tingkat kabupaten lagi” jawab amel.
“kamu ikutan aja mel, kamu kan pinter”
“ahh kamu ga mungkin aku kan pas-pasan lagian mana mungkin ku ikut dengan biaya pendaftaran yang mahal itu” amel pesimis.
“kamu harus optimis dong, siapa tau ada jalannya” saskia menghibur amel.
Mereka meninggalkan madding dan langsung berpisah. Saskia pergi ke kantin sedangkan amel memilh perpustakaan. Ia lebih senang membaca daripada mengeluarkan uangnya untuk jajan. Ketika sedang asyik membaca temannya vanda memanggilnya.
“mel kamu dipanggil kepala sekolah di kantonya sekarang” kata vanda.
“ada apa ya??? Ya udah makasih van” kata amel.
Amel bergegas ke kantor untuk menemui kepala sekolah. Sepanjang jalan ia berfikir mengapa ia dipanggil, ada rasa khawatir karna kebetulan ia belum membayar tunggakan SPP. Sesampainyadi kantor, ternyata ada beberapa guru-guru disana.
“assalamu’alaikum pak, maaf ada apa memanggil saya” kata amel
“masuk amel, silahkan duduk” kata kepala sekolah
Amel pun duduk, masih dengan perasaan khawatir.
“jadi begini para guru mengajukan kamu untuk menjadi perwakilan sekolah dalam olimpiade matematika tingkat kabupaten”
“tapi pak apakah saya mampu???” jawab amel
“guru-guru menilai bahwa kamu mampu, karna selama ini nilai kamu bagus-bagus. Dan bapak pikir tidak ada salahnya untuk dicoba” kata kepala sekolah meyakinkan.
“baik pak kalo memang bapak menganggap saya mampu saya siap pak” amel optimis
“baik kamu akan dibimbing selama seminggu ini sebagai persiapan, kamu haus bersungguh-sungguh karna sekolah telah membayar pendaftaran yang mahal”
“baik pak saya akan sungguh-sungguh”
“ya sudah silahkan kembali ke kelas, dan ingat pesan bapak”
Amel begegas ke kelas dan ketika ia masuk saskia menanyakan sebab mengapa amel dipanggil. Amel pun menceritakan semuanya pada saskia. Saskia ikut senang dan mendukung amel. Proses belajar dilanjutkan hingga akhirnya bel pulang berbunyi “kriiiiingggggg”.
Amel pulang naik sepeda warisannya. Kebetulan saskia ada urusan jadi tidak bisa pulang bareng. Sampai di rumah amel menceritakan kabar tersebut pada ibunya. Ibunya terlihat amat bahagia dengan putri semata wayangnya. Ibunya berpesan agar amel tidak cepat merasa puas, dan bersungguh-sungguh. Setiap hari amel pulang sangat sore karna harus mengikuti tambahan untuk persiapan lomba. Dan karna hal itu tidak ada yang membantu ibunya membuat gorengan dan berjualan.
Suatu hari ibunya terjatuh lalu muntah dan mengeluarkan darah, setelah diperiksa ibunya sakit TBC. Amel sangat khawatir dengan kondisi ibunya , apalagi penyakit itu berbahaya tapi ia punya tanggung jawab sebagai perwakilan sekolah. Amel berfikir untuk mengundurkan diri dari olimpiade agar dapat mengurus dan mencari uang untuk pengobatan ibunya.
“bu, amel mau mengundurkan diri saja biar bisa merawat ibu” kata amel
“jangan amel ibu tidak apa-apa, kamu harus tetap mengikuti lomba itu”
“kamu harus membuat ibu bangga, terutama alm. Ayahmu, jangan kamu pikirkan ibu, ibu mohon mel” kata ibunya.
Amel merenungkan kata-kata ibunya, ada benarnya perkataan ibunya. Tapi tidak mungkin amel membiarkan ibunya yang sedang sakit itu. Sewaktu dulu alm.ayahnya penah berpesan
“ amel hidup adalah perjuangan, jangan harap upah tanpa keringat. Man jadda wa jadda, jika kamu bersungguh-sungguh maka kamu akan berhasil, Allah senantiasa menolong hambanya yang bersungguh-sungguh”
Atas dukungan ibu,teman-teman,serta gurunya amel melanjutkan tugasnya sebagai perwakilan sekolah. Waktu perlombaan tinggal 1 hari lagi, amel semakin giat dan berdoa agar mendapat kemudahan.
Hari yang dinantikan telah tiba, sebelum berangkat amel meminta restu ibunya.
“bu, doakan amel agar bisa menjadi yang terbaik” sambil mencium tangan ibunya
“ibu selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu nak”
Akhirnya amel berangkat bersama guru pendamping. Beberapa orang temannya ikut untuk memberi semangat pada amel. Sampai di tempat olimpiade,terlihat sudah banyak peserta. Tepat pukul 09.00 olimpiade dimulai selama 2 jam amel mengerjakan materi olimpiade, hingga akhirnya waktu habis. Setelah menunggu hasil ternyata amel masuk babak final, ia harus bersaing dengan tiga peserta terbaik. Dalam babak final amel terus membakar semangatnya dengan mengingat pesan dari ayahnya. Alhamdulillah amel berhasil menjadi juara pertama. Sorak-sorai gembira menghiasi kemenangan amel, amel pun mendapat penghargaan sebagai juara pertama tingkat kabupaten.
Pemerintah kabupaten mengajukan amel untuk ikut di tingkat nasional, selain itu pemerintah bersedia membiayai pengobatan ibunya. Amel sangat bahagia, sekolahnya pun bangga dengan pestasi anak didiknya. Jauh di balik itu alm.ayahnya tersenyum bahagia atas keberhasilan anaknya. Ibu mendapat perawatan yang terbaik, karna usaha anaknya.
“ibu sangat bangga dengan kamu amel, walau kita hidup dengan keterbatasan tapi kamu membuat semuanya menjadi lebih.” Ibunya menangis bahagia
“amel akan selalu berusaha untuk membuat ibu bahagia, amel yakin ayah pun bangga dengan amel.”
Sejak itu amel semakin bersungguh-sungguh dalam setiap pekerjaan yang ia lakukan. Ia tetap menjadi amel yang senang membantu ibunya,ia tetap rendah hati, amel sering mengikuti lomba-lomba hingga tingkat internasional. Keinginan amel untuk member kado bagi ayah ibunya akhirnya tercapai karena kesungguhannya amel menjadi berhasil mengukir prestasi yang membanggakan, ia yakin dengan ucapan ayahnya, “Man jadda wa jadda.”


Kesimpulannya : “Man jadda wa jadda” barangsiapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan berhasil. Tidak ada kata menyerah dalam hidup jika kita mau berusaha. Hidup ini penuh perjuangan jadi barangsiapa yang menyerah ia akan jatuh, dan mereka yang berusaha ia akan berhasil.

Sunday, November 14, 2010

puisi terakhir kakakku tersayang

PUISI TERAKHIR KAKAKKU TERSAYANG
By : Sobrina Fitriyah Ch

Pulang sekolah Seruni masuk rumah,dengan tampang cemberut sambil marah-marah.
“Iihhh nyebelin banget si Karin, gara-gara dia aku dibuat malu satu sekolah. Apa maunya sich???”
“Ada apa sich Runi??pulang sekolah kok marah-marah”,kata ibu.
Runi mengacuhkan ibunya dan masuk kamar.
Cekkrek Runi membuka pintu. “ngapain kakak disini?? Emang ga punya kamar sendiri?”
“Eh Runi,,,udah pulang. kok ga Assalamu’alaikum dulu??”
“Ini kamarku,,ngapain kakak di kamarku?? ngeberantakin aja”
“Ehh iya ini kamar kamu, sorry dech biasa kakak lagi menyalurkan hobi nulis kakak,,tenang ntar kakak beresin”
“Emang ga bisa ya kalo di kamar sendiri??” Runi marah-marah
“Pelit banget sich adekku,,kan kamar kamu nyaman”
Brraakkk pintu kamar dibanting,,Runi pergi meninggalkan kakaknya.
Ibu…ibu…ibu… Runi memanggil ibunya
“ada apa sich  Runi teriak-teriak” ibu menghampiri runi
“ngapain sich kak Rina di kamarku? Dia kan punya kamar sendiri”
“mungkin kakak kamu lebih nyaman di kamar kamu,,udah ahh ga usah ribut lagi”
“ahh ibu ngebelain kakak terus, ga adil semua mending aku pergi”
Runi pergi meninggalkan rumah dan baru pulang ketika malam hari,,orangtuanya sangat khawatir.
“Runi kamu darimana aja?? semua orang khawatir” kata ibu
“Runi cape bu,mau tidur” sambil berjalan ke kamar
Ternyata saat ia masuk kamar kakaknya sedang tertidur di kasurnya. Runi yang saat itu sedang cape akhirnya marah dan mengusir kakaknya keluar dari kamarnya.
Esok harinya Runi berangkat sekolah tanpa sarapan,semua anggota keluarganya khawatir dengan sikap Runi. Mereka takut runi sakit karna belum makan. Di sekolah Runi sudah bermain seperti biasa dengan teman-temannya. Jam pulang sudah tiba, Runi pulang ke rumah. Ketika ia masuk rumah ternyata hanya ada ibunya. Ia langsung masuk ke kamarnya ,lain dari biasanya kak Rina tidak ada di kamarnya. Runi merasa bebas karna tidak ada kakaknya yang mengganggu. Ia tertidur hingga sore hari. Ketika ia terbangun rumahnya sepi.
Runi mencari ibunya di semua tempat tapi ia tidak menemukan ibunya. Ia hanya menemukan kertas di atas meja yang bertuliskan :
“Runi kamu jaga rumah ya,,ibu ada urusan. Kalo mau makan beli aja atau kamu masak sendiri. Di kulkas ada bahan-bahannya kalo kamu mau masak”.
Ibu
“uuhh ibu ada urusan apa sich???tumben ga bangunin aku dulu” gerutu Runi.
Akhirnya Runi mandi dan pergi untuk mencari makan malam. Ketika ia sampai di rumah ternyata ibunya sudah pulang, runi merasa capek dan langsung masuk ke kamarnya. Kebetulan ayahnya sedang dinas di Tokyo. Oleh karna itu ia langsung tidur. Tengah malam ia merasa haus,ia pun mengambil air di dapur,ketika ia berjalan kembali ke kamarnya, tiba-tiba ia mendengar suara rintihan dan tangisan . Runi mencari asal suara itu, ia merasa suara itu berasal dari kamar kakaknya, tapi itu tidak mungkin karna kamar kakaknya sudah gelap. Karna mengantuk akhirnya ia menghiraukan suara tersebut dan kembali ke kamarnya.
Esok hari ia menceritakan kejadian semalam pada Fitri.
“Fit, semalem aku denger ada suara rintihan tapi kayaknya berasal dari kamar kakakku dech”
“hayoo loch jangan-jangan ada penunggunya lagi”
“apaan sich ga mungkinlah, jangan macem-macem dech kamu”
“iya mungkin itu halusinasi kamu aja, kan kamu lagi ngantuk”
Runi pun telah pulang sekolah, sampai rumah ia tidur lalu bangun untuk sholat, makan, lalu tidur lagi hingga pagi hari.
Pagi telah menyambut,hari ini Runi libur dan kebetulan hari ini adalah hari ulang tahunnya. Biasanya ketika ulang tahun ia mendapat kejutan dari keluarganya. Ketika Runi keluar kamar tidak ada satu orang pun dirumahnya. Ia mengira itu salah satu dari kejutan untuknya,tapi ketika ditunggu sampai siang tidak ada yang pulang. Ketika menjelang sore ibu dan kakaknya pulang,kakaknya langsung masuk kamar.
“ibu darimana sich ga inget apa sama Runi?” sambil marah-marah
“Runi kamu ga usah marah dech cuma kaya gitu aja ngambek,ibu ngurusin kakamu yang lagi sakit ”
“kenapa sich kakak terus yang diurusin? Kenapa ibu ga perhatiin runi?? sampe ibu lupa kalo hari ini ulang tahun Runi”
“Runi kakakmu yang sakit lebih utama daripada kejutan ulang tahunmu”
Runi pergi meninggalkan ibunya dan pergi ke kamar kakaknya dengan amarah.
“puas kakak udah berhasil ngerebut perhatian ibu dariku,,pake acara sakit segala” uni memarahi kakaknya
“Runi kamu apa sich maksud kamu? kakak ga ada maksud kaya gitu kok,kakak emang sakit, dan tadi ibu nganter kakak”
“udah dech Runi tau kakak ga suka kalo Runi diperhatiin sama ibu”
“apa maksud kamu??kakak salah apa sama kamu,kenapa kamu tuduh kakak kaya gitu?” kak Rina mulai menangis
“udah cape aku ngomong sama kakak,mending aku ga punya kakak” Runi pergi meninggalakan kakaknya yang sedang menangis tersedu-sedu.
Karna kejadian itu mereka berdua saling diam tidak ada komunikasi. Ibu merasa khawatir dengan hubungan kedua kakak beradik itu. Ibu sudah menasihati mereka tapi ego mereka sama-sama tinggi. Suatu hari Runi butuh kamus dan kamusnya ada di kamar kakaknya,ia masuk dengan ragu karna sebenarnya ia malas bertemu kakaknya. Tapi,ketika ia masuk kamar kak Rina,ternyata kakaknya tidak ada hanaya laptop kakaknya menyala Runi pun mengambil kamus dan hendak keluar tapi entah kenapa ia iseng membuka file di laptop kakaknya. Ketika sedang melihat file-file ia membaca ada satu file bernama puisi adikku,Runi pun membukanya dan isinya adalah :
Surat terakhir untuk adikku
Kau berikan arti untuk hidupku
Ketika hidupku hampa dan kosong
ketika ku harus berjuang menahan derita
Derita yang lebih berat dari deritamu
Namun deritaku tak berat jika kau ada disampingku
Hanya engkau yang dapat membangkitkan semangatku
Seandainya kau tau derita yang menyiksaku
Tapi ku tak ingin engkau tau semua itu
Biarlah semua menjadi rahasia hidupku
Ku akan berjuang jika kau mengharapkanku
Ku hanya ingin kasih sayangmu
Ku ingin kau menerimaku
Jika nanti ku pergi tanpa pamit padamu
Dan ku tak dapat kembali untuk menemanimu
Ingatlah semua ini sebagai kenangan
Yang slalu kau simpan dalam memori
Terima kasih karna kau beriku kesempatan
walau raga ini akhirnya telah tiada
ku akan  tetap menyayangimu
Inilah surat terakhir untukmu, adikku
Tanpa sadar Seruni menangis membaca puisi itu,”aku tidak menyangka begitu besar rasa sayang kakak padaku,tapi aku selalu membuatnya kecewa,mengapa aku terlalu bodoh?” Seruni berkata pada dirinya sendiri.
Seruni pergi mencari ibu karna ia yakin ibu bisa menjawab rasa penasarannya. Ia merasa bahwa ada yang disembunyikan darinya. Ia menemukan ibunya sedang membuat bubur untuk kakaknya.
“ibu Runi mau tanya sebenernya kakak sakit apa??”
Ibu terhenyak diam,sepertinya ia kaget mendengar pertanyaan Runi
“kakak cuma demam dan pusing kok, emang kenapa?”
“ibu bohong pasti ada yang disembunyiin dari Runi,jawab jujur bu Runi mohon”
“maafkan ibu Runi ibu memang menyembunyikan ini darimu, karna kakakmu melarang ibu”
“cepat kasih tau Runi bu, cepet bu”
“kakakmu divonis terkena radang otak dan sudah parah”
Bagaikan tersambar petir Runi terkejut mendengarnya ia menangis tersedu-sedu. Ia  merasa bahwa ia adik yang tak berguna begitu bodohnya karna ia tidak tau penyakit yang menimpa kakaknya. Ketika malam hari kakaknya pulang Runi langsung menghampiri kakaknya.
“kakak baru pulang??pasti cape ya mau Runi pijitin??”
“tumben kamu baik biasanya marah-marah sama kakak??”
“iihh kakak jadi serba salah dech,masa Runi baik salah juga”
“ehh jangan ngambek dulu,,kakak merasa hari ini adalah hari yang membahagiakan seumur hidup kakak”
“maksud kakak???”
“kakak bahagia,sekarang kakak udah tenang”
Seruni  terdiam memikirkan maksud ucapan kakaknya. Tiba-tiba tengah malam ibunya membangunkannya dengan khawatir
“Runi bangun kakakmu kejang-kejang, ibu khawatir kita bawa  ke rumah sakit saja”
Seruni segera membantu ibunya membawa kakaknya ke rumah sakit, ternyata penyakit kakaknya harus mendapat penanganan yang lebih baik dan kakak dirujuk pengobatan ke singapura. Dengan bantuan rumah sakit segalanya dipersiapkan sehingga kakaknya dapat berangkat ke singapura,ayahnya menyusul  langsung dari Tokyo ketika mendengar kabar tersebut.
“kak maafkan Runi,kakak harus sembuh Runi sayang sama kakak”
Runi menangis tanpa henti,ayah ibunya pun tak hentinya berdoa. Setelah ditangani oleh dokter ternyata kakaknya tak bisa diselamatkan radang otaknya sudah sangat fatal. Kakaknya sempat sadar dan menulis surat pendek yang berisi :
Ayah ibu terima kasih telah merawat dan menyayangiku dengan tulus. Seruni adikku kakak sayang sama kamu,jadilah anak yang membanggakan ayah ibu. Maafkan kakak karna tak ada di sampingmu lagi”.
Akhirnya kakak pergi meninggalkan kami semua, dengan sedih hati yang teramat,terutama pada Seruni yang terkadang membuat kakaknya sedih dan kecewa mereka merelakan kepergian kak Runi. Terkadang seruni menangis menyesali perbuatannya tapi semua sudah berakhir,kakaknya telah tiada. Walaupun raganya sudah tak ada tapi kasih sayangnya tetap tersimpan selamanya. Itulah puisi terakhir kakakku tersayang.


Kesimpulannya : janganlah kita berprasangka buruk pada orang lain apalagi saudara. Bersikap sopan dan lembut pada orang tua,jangan egois sendiri. Saling menyayangi dan peduli pada sesama. Hidup ini akan indah jika kita menjalaninya dengan ikhlas dan jika kita mengarunginya bersama orang-orang tersayang.

Tuesday, November 9, 2010

tahukah kamu???

sedih adalah hal yang umum,,biasa terjadi dalam kehidupan...
tapi apakah kalian tau bahwa sedih hanya membuat segalanya sia-sia??
jika kalian menangis hanya karena ditinggal pacar,,dll. tangisan kalian itu percuma..
tapi apakah kalian pernah menangis karena mengingat dosa kalian pada Allah???
coba kalian renungkan apakah yang telah kita lakukan selama ini...
renungkan setiap perbuatan yang telah kita kerjakan..
maka kalian adalah muslim yang sejati.

Saturday, November 6, 2010

argghhh semua serba menyibukan..
tidak ada waktu untuk tidur,sampe mandi juga gag bisa..
melelahkan sekali minggu ini..kapan selesai ya???
hmmm apakah semua ini dapat kujalani???
bayangkan sebuah perjuangan keras untuk meraih sukses..
tapi semua harus dijalani dengan optimisme yang kut..
aku passti bisa...........

Thursday, November 4, 2010

pentingnya memilih sekolah tepat

PENTINGNYA MEMILIH SEKOLAH TEPAT
Bu sofi sedang bingung karena sebentar lagi anaknya akan bersekolah. Orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anak-anaknya. Mereka berharap sekolah yang dipilih bisa menjadi tempat mengembangkan potensi anak. Apalagi zaman sekarang ini pergaulan sudah tidak terkontrol. Pergaulan sekarang marak dengan hubungan bebas (seks bebas,tawuran,minuman keras,dll). Oleh sebab itu hal ini menjadi pikiran para orang tua agar keresahannya dapat teratasi. Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih sekolah yang tepat adalah mengetahui visi dan misi sekolah,kurikulum pembelajaran. Orang tua harus pintar dan teliti dalam memilih sekolah. Apalagi pendidikan agama dan akhlakul karimah yang diterapkan di sekolah. Sebab, melalui pendidikan agama dan akhlak maka pergaulan anak zaman ini akan terawasi. Selain itu kualitas guru harus diperhatikan karena itu mempengaruhi proses belajar anak.
Selain itu kualitas guru juga berpengaruh bagi terlaksananya pembelajaran. Keberhasilan proses pendidikan tidak dapat dilepaskan dari keberadaan guru. Guru tidak sekadar menyampaikan ilmu. Guru merupakan arsitek peradaban. Jika salah dalam mendidik, berarti ia telah salah dalam membentuk peradaban. Sarana dan prasarana pendidikan pun perlu diperhatikan karena mempengaruhi kelayakan sebuah sekolah. Kondisi lingkungan juga harus diperhatikan karena membuat anak merasa nyaman di sekolah. Lingkungan yang aman,bersih,dan terjamin menjadi sebuah kebutuhan.
Sekolah yang dipilih juga harus memiliki sejarah prestasi karena dengan sejarah prestasi maka terbukti bahwa sekolah berhasil mencetak murid berprestasi. Prestasi yang paling sederhana adalah masalah kelulusan murid-murid sekolah tersebut,jika murid sekolah tersebut dapat meraih kelulusan itu berarti seolah tersebut telah sukses mencetak murid berprestasi. Apalagi jika sekolah tersebut sering mengikuti lomba-lomba,maka sekolah itu telah sukses. Selain unggul akademik,diperlukan unggul dalam hubungan social di masyarakat.
Terakhir, "Ajarilah anak-anakmu, bukan dalam keadaan yang serupa denganmu. Didiklah dan persiapkanlah anak-anakmu untuk suatu zaman yang bukan zamanmu. Mereka akan hidup pada suatu zaman yang bukan zamanmu." (Ali bin Abi Thalib). Dengan demikian, cermat dalam memilih sekolah merupakan langkah awal dalam membentuk generasi mendatang.
Salah satu rujukan bagi orang tua adalah sekolah berbasis alam. Jadi murid diajak untuk belajar di alam sekitar,sehingga proses pembelajaran tidak membosankan dan membuat nyaman anak. Kelebihan dari sekolah alam adalah anak diajak untuk belajar di luar ruangan sehingga anak dapat memperhatikan lingkungan sekitar,menumbuhkan kepedulian terhadap sumber daya alam. Kegiatan yang biasa dilakukan di sekolah alam adalah :
Kehidupan air. Observasi air untuk mandi,minum,cuci tangan,membedakan air bersih dan kotor,dn memperhatikan air di sekitar lingkungan sekolah.
Pengolahan sampah,mengumpulkan sampah bekas untuk di daur ulang sehingga dapat dijadikan benda yang bermanfaat.
Jadi,para orang tua dapat mengarahkan anaknya agar mendapat pembelajaran secara baik dan nyaman. Apakah orang tua berminat???

SOBRINA FITRIYAH CH

Latihan Dasar Kepemimpinan_Insantama

suatu hari di bulan september,,,
seluruh siswa-siswi SMAIT Insantama dikumpulkan di sebuah ruangan..
ternyata setelah mereka dikumpulkan mereka mendapat berita bahwa akan diadakan acara maha dasyhat(lebbaii..),acara yang baru dilaksanakan pertama kali..
sebuah acara yang mendebarkan yaitu,LDK..
Oh betapa tidak mendebarkan jika acara ini disusun dan dilaksanakan oleh kami..huft..
hmmm bayangkan kami harus berjalan kaki dari Bogor-Cianjur..WHAT????
Oh nooo udah gitu kita juga harus mengumpulkan dana sebanyak 20 juta..Arghhh mungkin gag iia???
mau gag mau kita harus menjalankannya,,siap ga yaaa???SIIAPPPP
Semua peserta sibuk berkeliaran mencari dana kesana kemari (kaya setrikaan aja).
tanggal 6 oktober adalah hari yang bersejarah bagi murid SMAIT Insantama karena pada hari itu acara LDK dilaksanakan,,degdegdeg...


pagi hari buta,saat ayam masih tidur lelap peserta LDK telah bersiap-siap untuk melaksanakn tugas bersejarah..cieellah..
setelah siap kami sholat subuh berjamaah...
lalu kami makan telur rebus sebagai sarapan..
nah berhubung saya sedang malazz jadi kita copy paste ajja dari liputan D'Rise ...
bbuubbayyyy selamat membaca..

Latihan Dasar Kepemimpinan SMAIT INSANTAMA Bogor]
Reportase D’RISE

"Mulai dari rapat pertama pembentukan jabatan, proker, en jobdesc buat kita LDK itu udah dimulai. Coz, penempaan kita buat  merencanakan, melaksanakan, en menargetkan hasil tuh dimulai dari titik ituh. Sikap yang ikhlas buat mau diarahkan (dipimpin) en mengarahkan (memimpin), kita semua ngerasain itu. Itu semua proses kita belajar buat jadi lebih baik." (Syifa, siswi SMAIT Insantama).
Fiuuhhhh, capek, itulah yang dirasakan D’RISE dan anak-anak Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMAIT) Insantama Bogor saat menjalani Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) pada tanggal 6-7 Oktober lalu. LDK ini emang melelahkan, karena mereka harus menaklukkan serangkaian tantangan dan jarak tempuh yang jauhnya sekitar 91 km antara Bogor-Cianjur, wueeehh. Sebagiannya mesti ditempuh jalan kaki alias nyikreuh sekitar 41 km. Bener-bener gokil dan nggak maen-maen nih. Tapi LDK ini sangat mencerahkan lho, sebab berhasil melatih anak-anak Insantama untuk jadi kuat, tangguh, dan sanggup menerjang tantangan. Mereka juga dilatih untuk sabar, mengendalikan diri, memecahkan masalah, bernegosiasi, dan banyak lagi.

Kalau ada  acara Award of The Year kategori "Program Sekolah Terdahsyat", LDK SMAIT INSANTAMA kemaren sangat pantas jadi juaranya. Nggak pake sotoy buat GR apalagi kepedean D'RISE blak-blakan kayak gini. Coz, emang ASLI PISAN! Sekian belas taun gitu, D'RISE juga pernah ngerasain jadi anak sekolah. En selama itu pula kita tuh tau, paham, sadar, en yakin (hingga akhirnya bisa menilai) kalo emang belum ada LDK se-syahdu ini di sepanjang peradaban jahiliyyah. Belum sama sekali! Yang sudah-sudah justru semakin menjamurnya program-program yang merusak aqidah en syakhsiyyah (kepribadian) seorang Muslim. So, ini bener-bener THE FIRST banget buat D'RISE nemuin acara LDK yang BARU BISA disebut sebagai LDK. Sou desu nee!

Tadrib al-Qiyadah al-Asaasiyah, begitu LDK kalo diterjemahkan dalam bahasa arab. En sesuai dengan kepanjangannya (Latihan Dasar Kepemimpinan), INSANTAMA bener-bener mengemas gagasannya ini seapik mungkin. Secerdas al-Qur'an yang penuh dengan tuntunan, nggak menghendaki satu pun metodenya tercemar dengan pembelajaran ala kapitalisme. Kagak ada unsur-unsur ngerjain (bikin repot), intimidasi, penekanan mental versi penjajah, teriakan/bentakan, caci-maki, apalagi kekerasan fisik yang menyakitkan en menimbulkan trauma. INSANTAMA memahami benar bahwa hal-hal semacam itu bukanlah pendidikan yang Rasulullah saw. contohkan. Coz, buat mencetak generasi pemimpin haruslah dikokohkan aqidahnya terlebih dahulu. Sehingga nantinya mereka otomatis bisa disiplin untuk senantiasa menaati hukum-hukum syariat dengan penuh kesadaran bahwa kita ini memanglah makhluk Allah Swt. yang wajib memiliki kepemimpinan berpikir Islam, en sikap-sikapnya terjaga. Makanya LDK ini adalah salah satu bentuk pelatihan yang arahannya adalah pendekatan interaktif en learning by doing. Yang harepannya ntar bakal membentuk pribadi-pribadi yang punya motivasi kuat buat SIAP DIPIMPIN en SIAP MEMIMPIN serta BERPRESTASI.

Kegiatan ini baru pertama kali diadakan SMAIT Insantama, dan langsung yang ekstrim. Waaah rekor dong? Woits ternyata mereka nggak puas sampe di situ, mereka berencana untuk mengadakan kegiatan yang lebih ekstrim lagi, tunggu aja tanggal mainnya.

LDK ini bukan hanya diperuntukkan bagi anak-anak pengurus OSIS ajah seperti yang terjadi di sekolah-sekolah lain. INSANTAMA mengadakannya buat seluruh murid yang sekolah di sana. Sebelum anak-anak SMA, anak-anak SMP beberapa waktu yang lalu pun ternyata udah ngegelar LDK-nya duluan. En katanya ampe masuk TV tuh. Hueh, berasa artis dongs! Yah, pokoknya LDK milik bersama! Seluruh anak merasakan pembinaan en dibebani tanggung jawab yang juga sama besarnya. Itu baru namanya adil.

D’RISE mengintili (maksudnya mengikuti) wara-wiri anak-anak Insantama dalam menyelenggarakan kegiatan LDK ini dari awal sampe selesai. D’RISE telah bersimbah peluh bersama mereka (beukh). LDK ini diadakan dan diikuti oleh siswa-siswi SMAIT Insantama kelas 10, mereka adalah para pionir dari angkatan pertama jenjang SMA di Yayasan Insantama Cendekia. Waktu D’RISE pertama kali kenalan dengan mereka, kesan anak ABG yang imut dan lucu langsung kegambar. Tapi ternyata di balik sosok itu tersimpan jiwa-jiwa yang mandiri, karena telah sekian lama dididik dengan aturan-aturan Islam di Pesantren Pelajar Insantama. Buktinya mereka hanya diberi waktu 10 hari untuk mempersiapkan kegiatan itu, dan mampu menyelesaikannya dengan baik. Semua dana yang diperlukan mereka maksimalkan dari fundrising (penggalangan dana) keluar, bukan dari sekolah atau dari orang tua siswa. Sekolah Cuma ngasih dana awal 300 ribu perak., padahal dana yang dianggarkan gede banget lho, sekitar 20 juta perak. Ternyata 2 hari menjelang pelaksanaan kegiatan mereka udah berhasil menggalang dana sebesar 13 juta perak. Fantastis banget kan!

“Kita menggalang dana mulai dari Bogor sampe ke Depok, Kak” kata Azzam, Ketua Panitia LDK waktu kena todong D’RISE. Cowok jangkung imut ini pun mengatakan bahwa LDK ini akan membekas di hati kawan-kawannya.

Kesuksesan LDK ini pun nggak lepas dari campur tangan para pembimbing, Pak Karebet Widjajakusuma. Pada malam sebelum pelaksanaan acara, para pembina mengundang Pak Felix Siauw umtuk ,mendongkrak semangat para peserta. Dengan semangat menggelora, Pak Felix menceritakan riwayat penaklukan Muhammad Al Fatih atas Konstantinopel. Ruaaarr biasa! Pekik takbir membahana dan peserta telah siap untuk “Menaklukkan Cianjur.”

Sejak jam 3 pagi para peserta LDK telah mandi dan melaksanakan solat tahajjud. Selepas subuh para peserta dilepas ke medan juang LDK. Mereka dibrifing untuk bisa menaati aturan dan perintah, serta menjaga kesatuan tim. Salah satu aturan yang harus mereka taati adalah mereka harus minum hanya seteguk air, atau paling banyak dua teguk sekali minum. Nahloh! Pukul 04.50 WIB kami semua udah ada di lapangan buat apél. Sambutan dari Bapak Ir. Imam Bukhoiri STP (Kepala SMAIT INSANTAMA Cendekia), Bapak Muh. Adhi Maretnas (Wakil Ketua Yayasan INSANTAMA Cendekia), lalu doa yang dipimpin sama Mudir (Pembina), berlangsung dengan khidmat. En akhirnya pukul 05.00 WIB kami siap melangkahkan kaki memulai LDK, menuju Pos 2.

Pos kedua terletak di Villa Indah Pajajaran kota Bogor (pos pertamanya kampus Insantama), kediaman Pak Rokhmin Dahuri, mantan Menteri kelautan dan Perikanan RI. Dari kampus Insantama para peserta jalan kaki menuju pos kedua ini. D’RISEr tau ga, beliau adalah sosok yang jujur yang kemudian menjadi korban sistem kapitalisme karena kejujuran beliau. Nah, para peserta LDK mendapat tugas untuk mewawancarai beliau untuk mengungkap kekuatan dan keteguhan beliau. Namun sayangnya Pak Rokhmin sedang ada tugas ke Batam, maka beliau digantikan oleh isterinya, Ibu Evi Rokhmin Dahuri. Woits jangan salah, di belakang seorang suami yang kuat tentunya ada seorang istri yang juga kuat dong. Para peserta LDK banyak mempelajari keteguhan Pak Rokhmin dan Ibu Evi dalam menghadapi masa-masa sulit itu.

Dari kediaman Pak Rokhmin, rombongan yang berjumlah 75 orang (30 siswa, 25 siswi, dan 20 staf pembina) ini melanjutkan perjalanan menuju pos ketiga di Sumber Karya Indah (SKI)  Tajur, di Jalan Raya Katulampa kota Bogor. Di sana para peserta mendapat tugas yang lagi-lagi bikin puyeng, ngitungin ikan yang ada di kolam besar SKI (euleuh). Haduh, D’RISE yakin yang punya SKI aja nggak pernah ngitungin ikannya ada berapa. Tapi pastinya ilmu pengetahuan punya jawabannya. Lha wong jarak bumi-matahari aja bisa diitung.

Hari terus beranjak siang, cuaca ekstrim yang tengah menggantang Indonesia memanaskan suasana. Namun dengan semangat menggebu dan tekad masa muda yang pantang menyerah para peserta tetap melanjutkan perjalanan ke pos selanjutnya di Bendung Katulampa. Sesampainya di sana, Pak Haji yang telah turun-temurun mengawal bendung Katulampa memberikan presentasi tentang sejarah bendung yang selalu kena getahnya kalo Jakarta dan Depok kena banjir, padahal dia nggak pernah makan nangka. Emang malang nasib si Katulampa. Oia, Pak Haji juga ngasih tau kalo kita nyebut “bendungan” itu salah, yang bener tu “bendung”. Oh gitu ya, Pak!

Cuaca emang lagi ekstrim banget lho. Masa dari panas tiba-tiba mendung datang, awan makin berat dan terus berat. Tapi awan hitam itu nggak menyurutkan langkah para peserta untuk terus maju. Pantang mundur bleh!! Mereka terus melangkahkan kaki menuju pos selanjutnya. Setelah beristirahat sejenak di pos bayangan, sampailah mereka di masjid Sayyida Chadija, dekat jalan tol Jagorawi. Di sana rombongan menunaikan solat zuhur dan mengumpulkan tenaga. Tapi tiba-tiba tetes air hujan mulai berjatuhan, terus jadi deras. Dari sana rombongan naek angkot carteran menuju pos keempat di Radio Wadi FM di bilangan Gadog kota Bogor. Hujannya deras.

Di Wadi FM para peserta mendapatkan pembekalan tentang bisnis media terutama radio. Bapak Habib Bagir Shahab, Direktur Wadi FM, memberikan penjelasan dengan antusias. Bahkan beliau menawarkan para peserta untuk turut siaran di radio Wadi FM lho, sayangnya lagi mati lampu (euleuh lagi). Hujan lebat masih terus menemani rombongan, terpaksa deh harus pake jas ujan seragam yang warnanya putih-putih… hihihi, mirip poling (pocong keliling). Dari sana rombongan melanjutkan perjalanan menuju masjid At Ta’awun puncak. Perjalanan lumayan jauh lho.

Menjelang isya, rombongan tiba di pos keenam di Masjid At Ta’awun, Puncak, kabupaten Bogor. Karena dalam safar jadinya solat magrib dan isya dijama’. Pada pos keenam ini peserta ditugasi untuk mengungkap bagaimana kesuksesan masjid At Ta’awun dengan visi misinya kepada imam besarnya, KH. Asep.

Awan mendung menaungi langit gelap. Rombongan melanjutkan perjalanan menuju titik selanjutnya, tempat perhentian terakhir, pos ketujuh, Pesantren Enterpereneur Miftahul Falah di Kampung Cibadak, Kabupaten Cianjur (perasaan nama Cibadak banyak banget, di kampungnya D’RISE juga ada Cibadak. Yang langka cuman Chicago, hehe). Anak-anak cowok mesti rela jalan kaki dari At Ta’awun sampe sebuah pos bayangan di pertigaan jalan menuju Cianjur, sejauh kira-kira 2 jam perjalanan jalan kaki. Sementara anak-anak cewek naik kendaraan ke sana. Di sinilah kesabaran mereka diuji, anak-anak cewek mesti sabar nungguin anak cowok, dan anak cowok mesti sabar melangkahkan kaki meraih anak cewek (beukh romantis).

Di pertigaan itu Ust. Basith dari pihak pesantren telah menyiapkan kendaraan berupa angkot untuk anak cewek, dan mobil bak terbuka untuk anak cowok (yang cowok lebih macho kendaraannya). Jalur yang dilewati menuju pesantren adalah jalur yang nggak biasa, jalannya jelek, gelap, di kanan kiri rimbun dengan semak dan pepohonan, berkelok-kelok pula, malah katanya suka ada rampoknya lho. Hiiii. Tukang angkot aja nggak berani kalo lewat situ sendirian, mesti ada konvoy yang rame baru berani. Semua orang ketiduran, kecuali supir, kalo supir nyetir sambil tidur kan berabe. D’RISE aja ketiduran, saat bangun dan mengintip keluar ternyata kegelapan masih membayang, dan kendaraan masih terguncang kerikil tajam (mantab). Akhirnya merem lagi, pas melek ternyata masih sama.

Setelah perjalanan yang terasa jauuuuhhh banget, akhirnya sampailah rombongan di suatu tempat yang ketika itu belum jelas ada di mana, abisnya gelap banget. Yang pasti masih dikelilingi batang-batang pohon dan tanah perbukitan. Anak cewek ditempatkan di sebuah rumah yang cukup luas bersama dengan pembimbingnya, dan anak cowok ditempatkan di sebuah masjid tak jauh dari sana. Itu sekitar jam 1 pagi lho, para peserta udah pada tepar di bak belakang mobil, pada kemasukan angin (masih mending daripada kemasukan setan), mata ngantuk, menggigil, perut kelaparan, pokoknya kondisi berat deh. Tapi alhamdulillah di masjid dihidangkan makanan yang menggugah selera di atas nampan, maknyos. Abis itu pergi ke pulau mimpi.

Ayam berkokok di pagi buta, ketika sinar matahari menyeruak barulah semuanya kelihatan jelas. Keindahan alam ciptaan Allah telah membuai mata semua peserta LDK. Ternyata Pesantren Enterpreneur Miftahul Falah terletak di suatu tempat yang dikelilingi gunung, salah satunya Gunung Gede. Subhanallah, luar biasa.

Acara pagi dimulai dengan olah raga push up (sebenernya dihukum, tapi sekalian olah raga, hehe). Kemudian disusul dengan tracking menyusuri puncak bukit milik pesantren yang luasnya 20 hektar lho. Para peserta diberi tugas untuk mewawancarai para santri, penduduk, pengajar, sekaligus pimpinan pesatren Miftahul Falah yaitu Ust. Purnomo. Beliau dengan senang hati menjelaskan berbagai hal. Terungkaplah sejarah, dan perjalanan kiprah pesantren. Yang nggak kalah asiknya adalah menikmati degan bersama, airnya seger banget. Menjelang sore, rombongan berpamitan dengan staf pesantren seiring dengan berakhirnya kegiatan LDK. Selepas Isya rombongan telah tiba kembali di kampus Insantama dan menjalani upacara penutupan. Di kampus para peserta disambut oleh adik kelas mereka yang masih SMP dengan kalungan sarung (bukan kalungan bunga, hehe). Fiuuhh emang melelahkan, tapi mencerahkan. D’RISE ngerasain sendiri lho capeknya nguntit mereka. Pokoknya ini LDK anak SMA TERDAHSYAT.!! Jempolan lah!!

Kegiatan LDK ini adalah bagian dari visi misi Yayasan Insantama Cendekia untuk mencetak generasi Islam yang unggul, cerdas, dan terdepan. Yang paling penting adalah memiliki kepribadian Islam. SMAIT Insantama adalah sebuah sekolah yang memadukan sains, tsaqofah Islamiyah (wawasan Islam), dan Shyakhshiyah Islamiyah (kepribadian Islam). Sistem boarding schoolnya akan membentuk generasi Islam yang tangguh dan berada di garis depan. Kampus SMAIT Insantama beralamat di Jalan Hegarmanah IV Gunung Batu, Bogor Barat, Kota Bogor. Bravo!!!]