Welcome to Cerita Sobrina

Wednesday, October 24, 2012

FOKUS!

setiap kita memutuskan untuk menerima suatu amanah.
maka, lakukanlah yang maksimal yang dapat kita lakukan.
itulah yang akhirnya membuatku tak henti melakukan sesuatu penuh maksimal.
yah, walaupun akhirnya rasa manja tubuhku untuk istirahat aku abaikan.
akibatnya?? begitulah ...
tapi, aku senang dapat memberikan yang aku mampu.
selagi aku mampu, akan ku persembahkan yang terbaik untuk kalian.

FOKUS!!!
itulah yang sedang aku lkukan saat ini.
fokus, untuk keberhasilan team SAGACIOUS untuk mewujudkan mimpi bersama.
Taklukkan Malaysia!
tak terasa waktu berputar begitu cepat, tinggal 1 bulan lagi kami akan berangkat ke Malaysia.
negeri sang upin ipin, sebenarnya bukan Malaysia target utamanya.
namun, proses jatuh-bangun inilah untuk menuju tercapainya target bersama.

Thursday, October 18, 2012

Diam



Kata terindah melukismu adalah diam
biarkan titik hujan mengguncang jendela,
membuka helai daun
pada sejuta tanya mengemuka

Pada debaran yang pernah singgah
memaku dinding gapura
tanpa sanggup memasuki arena terbuka.
kita adalah diam yang berbicara itu.

Sinopsis "99 Cahaya Di Langit Eropa : Menapak Jejak Islam Di Eropa"



Buku ini adalah catatan perjalanan atas sebuah pencarian. Pencarian cahaya Islam di Eropa yang kini sedang tertutup awan saling curiga dan kesalahpahaman. Untuk pertama kalinya dalam 26 tahun, aku merasakan hidup di suatu negara dimana Islam menjadi minoritas. Pengalaman yang makin memperkaya spiritualku untuk lebih mengenal Islam dengan cara yang berbeda.
Tinggal di Eropa selama 3 tahun adalah arena menjelajah Eropa dan segala isinya. Hingga akhirnya aku menemukan banyak hal lain yang jauh lebih menarik dari sekedar Menara Eiffel, Tembok Berlin, Konser Mozart, Stadion Sepakbola San Siro, Colloseum Roma, atau gondola gondola di Venezia. Pencarianku telah mengantarkanku pada daftar tempat-tempat ziarah baru di Eropa. Aku tak menyangka Eropa sesungguhnya juga menyimpan sejuta misteri tentang Islam.
Eropa dan Islam.
Mereka pernah menjadi pasangan serasi. Kini hubungan keduanya penuh pasang surut prasangka dengan berbagai dinamikanya. Aku merasakan ada manusia-manusia dari kedua pihak yang terus bekerja untuk memperburuk hubungan keduanya.
Pertemuanku dengan perempuan muslim di Austria, Fatma Pasha telah mengajarkanku untuk menjadi bulir-bulir yang bekerja sebaliknya. Menunjukkan pada Eropa bulir cinta dan luasnya kedamaian Islam. Sebagai Turki di Austria, Ia mencoba menebus kesalahan kakek moyangnya yang gagal meluluhkan Eropa dengan menghunus pedang dan meriam. Kini ini ia mencoba lagi dengan cara yang lebih elegan, yaitu dengan lebarnya senyum dan dalamnya samudra kerendahan hati.
Aku dan Fatma mengatur rencana. Kami akan mengarungi jejak-jejak Islam dari barat hingga ke timur Eropa. Dari Andalusia Spanyol hingga ke Istanbul Turki. Entah mengapa perjalanan pertamaku justru mengantarkanku ke Kota Paris, pusat ibukota peradaban Eropa.

Lihatlah ke atas


Tidak baik menutup-nutupi kelemahan dan kegagalan dengan banyak alasan. Terimalah, dan hadapilah kegagalan itu sebagai pengalaman dan pelajaran berharga, agar bisa jadi pedoman dan tuntunan untuk mencapai kemajuan dan keberhasilan yang lebih berarti di kemudian hari.

Dunia selalu berputar. Adakalanya manusia ada di bawah, atau sebaliknya ada di atas.
Ada orang bertanya kepada saya, bagaimana dengan kenyataan yang sering kita lihat begitu banyak orang-orang yang selalu di bawah?

Bukankah mereka juga tinggal di bumi yang sama dengan orang-orang yang mampu dan kuat berada di atas? Sering kita lihat orang-orang yang sudah di atas malah semakin ke atas.
Temanku, pandangan itu semua hanyalah ironi. Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi pada mereka yang sudah ada di atas. Kebanyakan di antara kita melihat mereka yang di atas selalu dari 'materi' atau jabatan.  Namun percayalah, setiap orang mengalami pasang surut.
Belajarlah dari orang-orang yang sudah ada di atas, dan orang-orang yang berada di bawah. Jangan hanya melihat ke atas.
Banyak pelajaran yang bisa diambil dari keduanya, yang bisa engkau jadikan bekal tuk menjadi pribadi yang luhur bijaksana, sukses lahir dan batin.

Pepatah mengatakan:

"Kebesaran seseorang tidak terlihat ketika dia berdiri dan memberi perintah. Kebesaran seseorang akan terlihat ketika dia berdiri sama tinggi dengan orang lain, dan membantu orang lain untuk mengeluarkan yang terbaik dari diri mereka untuk mencapai sukses" - Prof. G. Arthur Keough

Janganlah suka cari alasan untuk
menutupi kegagalan. Sebaliknya, carilah terus 'cara' untuk menggapai keberhasilan.

Amarah



"Terus memendam amarah sama seperti menggenggam bara panas untuk dilontarkan kepada seseorang, Andalah yang akan terbakar"-  Sidharta Gautama

Wajar ada peristiwa yang membuat seseorang marah dan kecewa. Tapi cepatlah kendalikan emosi Anda kembali. Jangan biarkan amarah, dendam, iri, kesal atau kecewa kepada pasangan, teman, rekan kerja, atau atasan di kantor bercokol lama di hati. Kekesalan, amarah dan kekecewaan hanya akan mengaktifkan hukum tarik menarik: seseorang menerima apa
yang diberikannya.

Bila kesal pada kawan yang mengingkari janji, lalu menyalahkan mereka atas
kekacauan semua itu, maka Anda akan mendapatkan kembali keadaan yang dipersalahkan itu.
Kembalinya keadaan itu tidak harus
selalu dari orang yang Anda salahkan,
tetapi sejatinya Anda akan mendapatkan
kembali keadaan yang Anda salahkan itu.Islam tidak mengajarkan kita untuk menahan amarah.

Ikhlaskanlah, maafkanlah. Hati
akan terasa lebih lega dan ringan
dalam menjalani hidup, lebih fokus
terhadap tujuan hidup tanpa
terbebani penyakit-penyakit hati yang
hanya akan menghabiskan energi
positif.

"Jika saya mengikhlaskan diri saya,
saya menjadi yang saya inginkan. Jika
saya mengikhlaskan yang saya punya,
saya akan menerima apa yang saya
butuhkan" -  Tao Te Ching

Semoga Tuhan mengaruniai sabar
yang tak terbatas dan ikhlas yang
tak bertepi untuk kita semua, sehingga
apapun rintangan dan cobaan yang dilalui
akan terasa lebih ringan.
:-)

Saturday, October 13, 2012

Ujian? Siapa takut!


Ujian....
emm biasanya nih kalo udah mulai ujian, murid-murid sudah mulai mengepulkan asap (lebay).
huaaa,, gimana ini? aduh ntar kalo gabisa ngerjainnya gimana? kalo nilainya jelek gimana?
inilah fakta ketika menghadapi ujian. daripada nilai jelek nyontek pun jadi.
hmm,, kalo nyontek kaya gini ga boleh diikutin. karena kita punya potensi untuk menyelesaikannya.
wajib nih biar ujian lancar :
1. Belajar tekun, jangan belajar hanya satu kali. tapi diulang-ulang, agar kita " PAHAM" bukan sekedar "HAFAL".
2. Dekatkan diri pada Allah, nah biasanya kalo udah deket-deket ujian nih ada yang lupa memohon pada Allah. tapi, ada juga yang getol banget memohon pada Allah.
Tapi gabisa kalo dari 2 hal itu hanya dijalankan 1 saja. misalnya doa yang getol tapi ga belajar. atau belajar aja tapi ga doa. jadi, keduanya harus jalan seimbang.
Aku, kamu, kita bisa!!! Ujian? siapa takut ;)

Friday, October 12, 2012

Karena pelangi takkan hadir tanpa hujan
Karena aku takkan ada tanpa kalian
Karena matahari takkan henti bersinar
dan
Karena Allah kita semua ada